Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Widiyono, salah seorang nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Saptosari saat memeriksa jaring yang digunakan menangkap ikan di laut, Selasa (2/8/2022) / Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa terjadi kesalahpahaman ihwal kejadian wisatawan yang berkunjung di Pantai Ngrenehan dan tidak mendapat karcis.
Video kejadian tersebut pun viral di media sosial setelah diunggah akun instagram beritainaja dan ceritagunungkidul.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan ketika kejadian itu pada waktu bersamaan dan secara kebetulan petugas baru melayani pembayaran pengunjung lain, sehingga belum sempat memberi karcis kepada wisatawan yang ada di video tersebut.
“Kami sampaikan permintaan maaf kepada wisatawan yang merasa mendapatkan pelayanan kurang memuaskan, petugas akan kami ingatkan untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Supriyanta dihubungi, Kamis, (15/8/2024).
Adapun Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan petugas pemberi karcis tersebut bukan berasal dari Dispar Gunungkidul.
BACA JUGA: Air Terjun Kedung Kandang Direhab Setelah Lenyap Tertelan Proyek Jalan
“Kalau sore kan sudah giliran Desa untuk menjagi petugas. Tempat pemungutan retribusi kan 24 jam. Jam kerja untuk 16.00 WIB sampai 08.00 WIB itu giliran Desa,” kata Windu. Dispar, kata dia akan menindaklanjuti sebagaimana arahan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
“Saya berterima kasih kalau ada masukan tentang hal-hal seperti itu [pelanggaran aturan]. Silakan secara terbuka kalau ada masyarakat dirugikan untuk mengadu,” kata Sunaryanta.
Retribusi wisata menjadi salah satu unsur pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Dispar Gunungkidul menarget PAD dari Pos Ngrenehan Malam sebesar Rp50,2 juta. Sedangkan realisasi per 1 Juli 2024 mencapai Rp49,9 juta.
Adapun kunjungan wisatawan di Gunungkidul selama Juli 2024 mencapai 437.124 orang. Dari jumlah itu, PAD yang didapat mencapai Rp4,8 miliar. Apabila melihat dari awal tahun hingga akhir Juli 2024, maka PAD yang didapat mencapai Rp21,7 miliar. Dengan begitu, Dispar masih perlu mengejar Rp6,4 miliar lagi untuk mencapai target PAD sebesar Rp28,4 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Rocky Gerung menjelaskan alasannya bergabung sebagai Wantimpres Prabowo dan menegaskan sikap kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar Festival Batik 2026 di Jogja City Mall, Jumat (2/10).
Retribusi wisata Pantai Parangtritis dan Pantai Depok mencapai Rp4,95 miliar pada Juli-September 2026, dengan kunjungan tertinggi pada Juli.
Bakom RI menyiapkan tim khusus untuk mempelajari dampak algoritma dan AI yang dinilai mendistorsi pesan Presiden Prabowo kepada publik.
Kekeringan Kulonprogo meluas ke 8 kapanewon. Sebanyak 423 tangki air bersih disalurkan ke 138 titik untuk 7.394 jiwa.