Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto dan Kepala Kankemenag Kulonprogo, Wahib Jamil dalam Sosialisasi dan Pembentukan PMU di Kankemenag Kulonprogo, Kamis (15/8/2024)./Istimewa-Kankemenag Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kementerian Agama (Kemenag) terus mengembangkan dan memberdayakan zakat dan wakaf. Untuk mengakselerasi pengembangan zakat dan wakaf, Kantor Kemenag (Kankemenag) Kulonprogo membentuk Project Management Unit (PMU).
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto, menjelaskan setidaknya ada empat program dalam pengembangan dan pemberdayaan zakat dan wakaf, yakni Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, Inkubasi Wakaf Produktif, dan Kota Wakaf. Keempat program tersebut dijalankan oleh PMU.
“Kampung zakat adalah upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, yakni melalu pemberdayaan dana zakat sebagai kodal usaha bagi masyarakat. Di Kulonprogo saat ini sudah ada dua Kampung Zakat, yakni Sendangsari, Pengasih dan Kaliagung, Sentolo,” ujarnya dalam Sosialisasi dan Pembentukan PMU di Kankemenag Kulonprogo, Kamis (15/8/2024).
KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat menurutnya saat ini yang ditunjuk oleh Kemenag RI adalah KUA Girimulyo. “Ada 11 UMKM yang menjadi sasaran program ini yang sudah kami inventarisir. Sedangkan untuk Inkubasi Wakaf Produktif lebih menyasar pada pemberdayaan tanah-tanah wakaf. Harapannya tanah-tanah wakaf dapat produktif,” jelasnya.
Kepala Kankemenag Kulonprogo, Wahib Jamil, mengungkapkan pemerintah mempunyai tiga tugas utama, yakni pelayanan, pemberdayaan dan kerjasama. “Tugas kami sebagai pelayan. Sehingga harus terus meningkatkan kompetensi, SDM, sarpras, dan lain-lain. Terima kasih atas segala masukan dari masyarakat untuk peningkatan pelayanan kami agar menjadi semakin baik lagi,” katanya.
Sedang untuk pemberdayaan, pihaknya terus berupaya menggali potensi masyarakat dan umat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Semua itu memerlukan kolaborasi dan kerjasama agar program-program kegiatan dapat sepenuhnya bermanfaat bagi masyarakat. Mari jadikan kondisi di Kulonprogo ini sebagai motivasi untuk kita berkontribusi bagi pembangunan agar lebih maju lagi,” tuturnya.
Pengembangan serta pemberdayaan zakat dan wakaf melalui pembentukan PMU ini dapat terlaksana karena kolaborasi antara Kemenag, Pemerintah Daerah, Baznas/LAZ, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Lembaga Keagamaan Islam, dan unsur masyarakat lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.