UKDW Masuk Top 100 WURI 2026
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Dinkop UKM Kota Jogja menggelar Business Matching 2024 di Java Grand Ballroom, Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta, 27-28 Agustus 2024. /dok istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dinkop UKM) Kota Jogja menggelar Business Matching 2024 di Java Grand Ballroom, Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta, 27-28 Agustus 2024. Acara bertema 'Membangun Sinergi Industri Nasional dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri' menghadirkan 14 Industri Kecil Menengah (IKM) bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto mengatakan sebanyak 200 peserta pengguna barang dan jasa dihadirkan. Tidak hanya dari Kota Jogja, namun juga kabupaten tetangga, hingga provinsi Jawa Tengah.
BACA JUGA : Dinkop UKM Yogyakarta Dorong Pertumbuhan IKM
Dia menjelaskan 14 IKM ini dipilih berdasarkan pemetaan barang-barang dan jasa yang paling dibutuhkan oleh departemen perangkat daerah, BUMN, dan BUMD. Misalnya barang elektronik, komputer, alat kesehatan, furniture kantor, hingga software.
"Ini yang kami petakan, sehingga ini yang kami undang perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang itu," ucapnya dihubungi, Kamis (29/8/2024).
Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan ini memfasilitasi pertemuan langsung antara penyedia barang dan jasa lokal dengan instansi pemerintah yang membutuhkan produk berkualitas dan bersertifikat TKDN. Setelah acara ini akan dilihat sejauh mana transaksi yang ditimbulkan.
Menurutnya selama ini pengguna barang dan jasa kesulitan mencari yang bersertifikasi TKDN. Meskipun bisa mencari lewat website Kemenperin, namun di business matching ini mereka bisa bertemu langsung dengan perusahaan yang punya TKDN.
Ia menyebut rata-rata penyedia barang dan jasa ini memiliki TKDN di atas 25%. "Kemarin ditunjukan langsung ini perusahaan yang mempunyai TKDN yang ditentukan pemerintah. Harapan kami nantinya banyak yang membeli produk tersebut," jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri beberapa instansi termasuk OPD di Kota Jogja, Unit Pelaksana Teknis (UPT), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Puskesmas dan Rumah Sakit, BUMD, BUMN Perbankan, universitas, dan berbagai instansi vertikal kementerian di Yogyakarta.
BACA JUGA : Pemkab Dorong Kenaikan Transaksi UMKM melalui Katalog Elektronik Lokal
Peserta tenant yang berpartisipasi meliputi IKM unggulan seperti CV Computa, PT Aerotek Global Inovasi, Starfindo, PT Multi Modern Nusantara, Kalu Art, PT Sadamaya Graha Teknologi, PT Intisumber Hasil Sempurna Global, PT Sarana Kencana Mulya, PT Vilabs, Pusat Desain Industri Nasional dan berbagai Sentra IKM Kota Yogyakarta, yang siap menawarkan produk-produk inovatif dan berkualitas kepada para pengambil keputusan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.