Hasil Cek Sumur Warga Sekitar Pabrik Kulit Keluar Sepekan
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Kekerasan jalanan atau klitih. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus klitih yang menewaskan seorang pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Ia menyoroti keterlibatan anak usia sekolah yang masih berada di luar rumah hingga dini hari.
Korban, seorang pelajar berinisial AA (17), meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Hasto menilai peristiwa tersebut menunjukkan masih adanya persoalan pengawasan terhadap anak-anak, baik dari lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Ini kan keprihatinan anak usia sekolah, usianya belum 20 tahun, malam hari ada di jalanan sampai jam 04.00 WIB,” ujar Hasto, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, keberadaan remaja di jalan pada malam hari meningkatkan risiko terjadinya konflik antarsesama anak muda yang dipicu emosi sesaat.
Ia pun meminta orang tua lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari.
“Saya harap orang tua lebih hati-hati. Anak-anak di malam hari masih di jalanan,” katanya.
Hasto juga menyampaikan belasungkawa dan berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kota Jogja.
“Saya ikut belasungkawa, mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di Jogja,” ucapnya.
Selain aspek pengawasan, Pemkot Jogja juga menyoroti pentingnya pencegahan melalui pendekatan kesehatan mental pada pelajar.
Hasto menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY karena sebagian besar siswa tingkat SMA/SMK berada di bawah kewenangan provinsi.
Sementara untuk siswa SMP yang menjadi kewenangan Pemkot Jogja, pemerintah akan memperkuat upaya pencegahan klitih melalui skrining kesehatan mental di sekolah.
“Anak SMP harus kita berikan skrining kalau ada sedikit mental disorder. Saya sudah bilang ke Disdikpora Kota Jogja, kepala sekolah, dan guru bimbingan konseling,” ujarnya.
Menurut Hasto, sekolah diminta lebih aktif mengidentifikasi siswa yang berpotensi mengalami gangguan psikologis agar dapat segera ditangani.
Pemkot juga berencana menambah layanan psikolog dan psikiater untuk mendukung tindak lanjut hasil skrining melalui sekolah maupun rujukan puskesmas.
“Kita tambah psikolog dan psikiater untuk melayani yang dirujuk di sekolah itu dan rujukan puskesmas,” katanya.
Pemerintah Kota Jogja berharap langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan kekerasan remaja sekaligus memperkuat perlindungan terhadap pelajar di wilayah kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Catat jadwal KA Bandara YIA reguler dan Xpress dari Tugu Jogja ke YIA maupun sebaliknya, lengkap dengan waktu keberangkatan.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.