Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/9/2024)./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mengaku tak perlu mengeluarkan surat edaran soal kewaspadaan menghadapi ancaman Megathrust seperti halnya daerah lain. Sebab diklaim masyarakat setempat sudah paham soal mitigasi kebencanaan termasuk gempa dan tsunami.
Beberapa daerah diketahui telah mengeluarkan surat edaran dan meminta masyarakat di wilayahnya masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman Megathrust merespons informasi BMKG yang menyebut soal peringatan gempa di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, masyarakat setempat terutama di wilayah pesisir sudah dibekali dengan pemahaman untuk menghadapi bencana. Sejak 2023 pihaknya sudah melakukan simulasi yang diikuti 15 negara dengan latihan mitigasi bersama.
"Artinya masyarakat di Jogja sudah lebih siap menghadapi, tetapi bukan lantas mengabaikan peringatan BMKG. Perlu kerja sama multipihak untuk memberikan simulasi, edukasi dan sosialisasi terutama masyarakat pesisir," katanya, Senin (2/9/2024).
BACA JUGA: Ancaman Gempa Megathrust, BPBD Bantul Ingatkan Masyarakat Bangun Rumah Tahan Gempa
Menurut Noviar masyarakat harus terus siap siaga lantaran Megathrust tidak bisa diprediksi kapan bakal terjadi. Belum ada satupun teknologi yang bisa memprediksi kapan bencana itu akan berlangsung. Oleh karenanya sejumlah titik di zona yang bakal terdampak terus diperkuat.
"Masyarakat pesisir tahun 2023 sepanjang Glagah sudah dilakukan simulasi. Enam kelurahan juga sudah dipasang jalur evakuasi dan kemudian BMKG pada 2022-2023 di sepanjang pantai Gunungkidul juga diikuti pemasangan jalur evakuasi," jelasnya.
Hanya saja mitigasi oleh masyarakat harus terus dilakukan. Misalnya dengan menyiapkan tas bencana yang sewaktu-waktu bisa dibawa ketika terjadi bencana. Selanjutnya perlu juga mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul serta menjauhi bangunan yang tidak kuat gempa.
"Ketika berada di dalam ruang dan terjadi gempa, mencari tempat berlindung yang kuat dan jangan lupa memperhatikan peringatan yang dikeluarkan BMKG dan BPBD," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.