DPRD Bantul Soroti Kinerja Aneka Dharma, Minta Kontribusi PAD Ditingkatkan
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo melayani peminjaman buku secara digital. ist/Antara/Dinas Perpustakaan dan Arsip Kulonprogo
Harianjogja.com, BANTUL— Layanan perpustakaan keliling di DIY kini tidak lagi beroperasi rutin hampir setiap hari seperti sebelumnya. Keterbatasan anggaran membuat Balai Layanan Perpustakaan (Yanpus) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY lebih selektif dengan memprioritaskan masyarakat maupun sekolah yang mengajukan permohonan.
Kepala Balai Yanpus DPAD DIY Martono Heri Prasetyo mengatakan layanan perpustakaan keliling masih berjalan, tetapi frekuensinya menurun dibandingkan kondisi normal. Saat ini, lokasi yang mendapatkan layanan terutama merupakan wilayah yang mengajukan permohonan.
"Kalau reguler, sementara ini kami tidak bisa secara kontinu. Kami memberikan akses kepada masyarakat yang mengajukan permohonan layanan keliling karena keterbatasan anggaran," kata Martono, Sabtu (19/9/2026).
Tujuh Armada, Operasional Terbatas
Menurut Martono, operasional perpustakaan keliling membutuhkan dukungan anggaran untuk berbagai kebutuhan, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan sumber daya manusia (SDM).
Kondisi armada juga menjadi tantangan. Dari tujuh kendaraan perpustakaan keliling yang dimiliki, terkadang ada armada yang mengalami kerusakan sehingga ikut memengaruhi kemampuan layanan.
"Armada kami ada tujuh. Cuma kadang rusak. Karena anggaran terbatas juga, maka yang mengajukan permohonan saja yang bisa kami layani," ujarnya.
Dalam kondisi normal sebelumnya, perpustakaan keliling dapat beroperasi hampir setiap hari, yakni mulai Senin hingga Sabtu. Kini layanan tersebut rata-rata hanya berlangsung sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan.
Frekuensi itu disesuaikan dengan permohonan yang masuk serta kemampuan operasional yang tersedia.
Hindari Tumpang Tindih Layanan
Selain berdasarkan permohonan, layanan perpustakaan keliling DIY juga tetap dilakukan di sejumlah lokasi yang telah menjadi titik rutin melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
DPAD DIY tidak ingin memberikan layanan di lokasi yang sudah terjangkau perpustakaan keliling milik pemerintah kabupaten/kota. Langkah tersebut dilakukan agar cakupan layanan dapat diperluas dan tidak terjadi tumpang tindih.
"Yang sudah dilayani oleh layanan keliling kabupaten/kota kami tidak melayani. Yang belum terakses baru kami layani," katanya.
Dengan pola tersebut, perpustakaan keliling DIY diarahkan untuk menjangkau masyarakat yang belum memperoleh akses dari layanan serupa milik pemerintah kabupaten/kota.
Satu Armada Bawa Sekitar 200 Buku
Setiap armada perpustakaan keliling membawa sekitar 200 buku untuk diberikan kepada masyarakat di lokasi pelayanan. Koleksi yang dibawa tidak selalu sama karena secara berkala ditukar dengan koleksi lain yang tersedia di Balai Yanpus DIY.
Pergantian koleksi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh bahan bacaan yang lebih beragam meski frekuensi kunjungan perpustakaan keliling terbatas.
Koleksi fisik juga masih memiliki peminat. Martono mengatakan minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan keliling tetap cukup tinggi, termasuk ketika layanan tersebut hadir dalam berbagai event di wilayah DIY.
Buku Fisik Masih Diminati
Perkembangan layanan perpustakaan digital ternyata belum sepenuhnya menggeser minat masyarakat terhadap buku fisik. Salah satu layanan digital yang tersedia adalah e-Jogja.
Martono mengatakan masyarakat masih menunjukkan ketertarikan terhadap koleksi fisik yang dibawa perpustakaan keliling. Hal itu terlihat dari respons masyarakat ketika layanan keliling hadir dalam berbagai kegiatan.
"Walaupun di zaman milenial sekarang ini ada e-Jogja, ada koleksi digital, ternyata masyarakat masih meminati layanan keliling, terutama koleksi fisik kami," katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa di tengah berkembangnya akses bacaan digital, layanan perpustakaan keliling masih memiliki peran dalam menyediakan akses terhadap buku fisik bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Rangkuman ekonomi sepekan 14-19 September 2026, dari komitmen jaga APBN hingga temuan pelanggaran 25 merek beras fortifikasi.
Serangan Iran merusak sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah. Biaya perang diperkirakan mencapai Rp676,8 triliun.
Seraf Naro Siregar meraih perunggu dan memastikan medali pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dari nomor changquan putra.
DPRD Kota Jogja mendorong kalender event berbasis budaya untuk mengisi low season dan memperpanjang masa tinggal wisatawan.