Buku Anak Paling Dicari di BBW 2026 Jogja, Ini Alasannya

Newswire
Newswire Kamis, 03 September 2026 19:07 WIB
Buku Anak Paling Dicari di BBW 2026 Jogja, Ini Alasannya

Pengunjung pameran pemburu buku anak. Jastip dan orang tua memburu buku edukatif, bergambar, hingga interaktif. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL— Pameran Big Bad Wolf (BBW) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, menjadi kesempatan bagi penyedia jasa titip (jastip) dan orang tua untuk berburu buku anak. Tingginya minat terhadap buku edukatif, cerita bergambar, hingga buku dengan fitur interaktif membuat sejumlah pengunjung datang sejak awal pameran digelar pada Kamis (3/9/2026).

Salah satu penyedia layanan jastip asal Jogja, Rifa, bahkan telah berada di lokasi sejak pagi. Ia sengaja datang untuk memenuhi pesanan pelanggan yang mencari buku, terutama bacaan anak yang menggabungkan cerita dengan materi pengetahuan.

"Saya datang dari jam sembilan pagi. Memang niatnya buat jastip, dari tahun lalu juga sudah buka jastip di acara ini," ujar Rifa saat ditemui di lokasi pameran, Kamis.

Jastip Buku Anak 

Rifa menjelaskan aktivitas jastip yang dilakukannya dimulai dengan mendokumentasikan deretan buku yang tersedia di arena pameran. Foto buku tersebut kemudian diunggah ke saluran komunikasi untuk ditawarkan kepada calon pembeli sebelum pesanan diproses.

Cara tersebut membuat calon pembeli dapat mengetahui pilihan buku yang tersedia tanpa harus datang langsung ke lokasi pameran. Dari pengalaman Rifa, permintaan terhadap buku anak juga masih bertahan tinggi dalam dua tahun terakhir.

"Peminatnya masih tinggi banget dari dua tahun lalu sampai sekarang. Konsumennya beragam, ada ibu rumah tangga dan ada juga yang working mom," kata dia.

Menurut Rifa, buku yang paling banyak dicari bukan sekadar buku cerita. Konsumen justru banyak memilih buku referensi yang tetap dikemas melalui cerita, dilengkapi ilustrasi, serta menyisipkan pengetahuan umum.

"Kebanyakan belinya buku yang referensi. Jadi cerita, tapi ada ilmu pengetahuannya dan bergambar," pungkasnya.

Orang Tua Berburu Buku untuk Anak Usia Dini

Minat terhadap buku anak juga terlihat dari pengunjung yang datang langsung ke BBW 2026 Jogja. Salah satu pengunjung asal Kotagede Internasional Big Bad Wolf (BBW) 2026 Susi mengatakan dirinya selalu hadir setiap tahun untuk membeli buku pembelajaran bagi cucunya yang berusia di bawah enam tahun.

"Jadi buku-bukunya bagus buat belajar cucu saya, ada banyak pilihannya dan cocok untuk anak-anak," katanya.

Sebagian besar buku yang dibeli Susi merupakan buku anak yang dilengkapi gambar dan suara interaktif. Menurutnya, kombinasi tersebut membantu anak memahami materi yang disampaikan melalui buku. Misalnya mengenalkan binatang, nanti ada gambar dan suaranya, jadi tidak harus ke kebun binatang.

Susi juga menilai pengenalan buku sejak usia dini penting bagi anak. Ia membandingkan pengalaman belajar melalui buku dengan penggunaan telepon seluler yang menurutnya dapat memaparkan radiasi cahaya.

"Buat cerita sebelum cucu tidur, saya pilihkan buku dongeng misalnya yang cocok untuk mereka," katanya.

Buku Interaktif Jadi Daya Tarik 

Country Director Big Bad Wolf Book Indonesia Mathias Wandi Budianto mengatakan Bazar Buku BBW di Jogja Expo Center (JEC) berlangsung pada 3-13 September. Penyelenggaraan tersebut bertepatan dengan Hari Aksara Internasional dan masa aktif perkuliahan yang dinilai menjadi momentum tepat untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Antusiasme pengunjung bahkan terlihat sejak awal pameran. Menurut Mathias, jumlah antrean ketika kegiatan dimulai lebih awal justru lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ternyata begitu kita mulai lebih awal pun jumlah antriannya justru lebih besar daripada tahun lalu," katanya.

Ia mengatakan buku anak dari luar negeri menjadi salah satu jenis bacaan yang paling diminati. Buku-buku tersebut menghadirkan berbagai inovasi dan pengembangan untuk mendukung pembelajaran anak usia dini.

"Jadi, dia ada teknologi pop-up-nya, ada teknologi sound-nya, lebih interaktif, jadi pengalaman membaca anak tuh jauh lebih menyenangkan," ujarnya.

Keberadaan buku dengan teknologi pop-up dan suara membuat aktivitas membaca tidak hanya berfokus pada teks. Anak dapat memperoleh pengalaman yang lebih interaktif melalui gambar, suara, serta penyajian materi yang dirancang untuk pembelajaran usia dini.

BBW Dinilai Dorong Ekosistem Literasi DIY

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY Zulfa Kurniawan di Bantul, Kamis, mengatakan tingkat literasi masyarakat dapat mendorong perubahan sekaligus mengubah cara pandang seseorang dalam memahami dunia.

"Satu buku dapat mengubah cara seseorang memahami dunia. Dari satu pembaca, perubahan itu dapat tumbuh menjadi perubahan masyarakat," katanya.

Menurut Zulfa, penyelenggaraan BBW tidak sebatas menghadirkan buku kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan minat baca sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Mendorong tumbuhnya minat baca, dan menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan buku merupakan bagian dari ekosistem pengetahuan dan kebudayaan. Karena itu, kegiatan literasi dan acara yang mengangkat tema perbukuan diharapkan terus berkembang di DIY.

"Di tahun 2026, kami mencatat banyak acara literasi dan perbukuan berlangsung dalam waktu yang relatif berdekatan. Ini adalah kabar baik, DIY semakin dipercaya sebagai ruang tumbuhnya ekosistem literasi dan perbukuan," katanya.

Indeks Literasi DIY Capai 48,05

Zulfa menyebut Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di DIY pada 2025 tercatat sebesar 48,05 dan termasuk cukup tinggi secara nasional.

Meski demikian, ia menilai masih diperlukan pembenahan agar aktivitas literasi yang terus berlangsung tidak berhenti pada banyaknya kegiatan. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Jadi bukan hanya menghadirkan lebih banyak kegiatan, melainkan memastikan kegiatan tersebut menghasilkan dampak literasi yang nyata," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online