Top Ten News Harianjogja.com Edisi Kamis 20 Agustus 2026
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (20/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis mulai dari infrastruk
Perpustakaan - ilustrasi
Harianjogja.com, JOGJA—Setiap 7 Juli, Indonesia memperingati Hari Pustakawan Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para pustakawan yang berperan menjaga, mengelola, dan menyebarluaskan pengetahuan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa profesi pustakawan terus berkembang mengikuti perubahan zaman, termasuk di era digital yang dipenuhi arus informasi.
Penetapan tanggal 7 Juli berakar pada berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada 7 Juli 1973. Organisasi profesi tersebut dibentuk dalam Kongres Pustakawan Indonesia yang diselenggarakan di Ciawi, Bogor, dan sejak saat itu menjadi tonggak perkembangan profesionalisme pustakawan di Indonesia.
Berawal dari Berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia
Hari Pustakawan Nasional memiliki kaitan erat dengan lahirnya Ikatan Pustakawan Indonesia yang menjadi wadah bagi para pustakawan di seluruh Indonesia.
Momentum berdirinya organisasi tersebut menandai semakin kuatnya komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, mengembangkan kompetensi pustakawan, serta memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
Peran Pustakawan Berubah Seiring Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap profesi pustakawan. Jika dahulu identik dengan pengelolaan koleksi buku cetak, kini pustakawan menjalankan fungsi yang jauh lebih luas.
Mereka berperan sebagai kurator informasi, navigator digital, sekaligus mitra riset yang membantu masyarakat memperoleh sumber informasi yang kredibel dan relevan.
Di tengah derasnya arus informasi serta maraknya penyebaran hoaks di media digital, pustakawan juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Mereka membantu pemustaka memilih sumber informasi yang valid sekaligus mendorong pemanfaatan pengetahuan secara bertanggung jawab.
Perpustakaan Menjadi Ruang Belajar dan Kreativitas
Transformasi juga terjadi pada fungsi perpustakaan. Tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan koleksi buku, perpustakaan kini berkembang sebagai ruang belajar, pusat aktivitas komunitas, dan wadah pengembangan kreativitas.
Berbagai kegiatan seperti bedah buku, pelatihan keterampilan, hingga program edukasi masyarakat menjadi bagian dari layanan yang dirancang pustakawan.
Di berbagai daerah, layanan perpustakaan keliling maupun pojok baca digital turut memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi pustakawan dalam meningkatkan budaya membaca, memperluas literasi, dan mendukung peningkatan indeks literasi nasional.
Momentum Menguatkan Literasi Nasional
Peringatan Hari Pustakawan Nasional juga menjadi pengingat pentingnya dukungan terhadap profesi pustakawan dan pengembangan perpustakaan di Indonesia.
Peningkatan kompetensi pustakawan, kesejahteraan tenaga perpustakaan, serta penyediaan fasilitas yang lebih modern dinilai menjadi bagian penting untuk memperkuat ekosistem literasi nasional.
Melalui dukungan tersebut, pustakawan diharapkan semakin mampu berinovasi dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menumbuhkan budaya membaca bagi generasi muda Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (20/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis mulai dari infrastruk
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.
Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.