BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Rp350 Juta kepada Tiga Ahli Waris di Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp350,15 juta kepada tiga ahli waris, termasuk beasiswa pendidikan Rp118,5
Pelaksanaan kuliah perdana di auditorium gedung rektorat lantai I Kampus ITNY, Kamis (12/9/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Sedikitnya 597 mahasiswa baru di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menggelar kuliah perdana 2024 di Gedung Rektorat Lantai I, Kamis (12/9/2024). Kuliah bareng ini mengambil tema Mewujudkan Smart City Berbasis Budaya Lokal.
Ketua Panitia Kuliah Perdana ITNY, Eka Yawara mengatakan total mahasiswa baru yang mengikuti kuliah perdana ada 595 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi dari sembilan program Pendidikan di dua fakultas di ITNY.
Dia menjelaskan, kuliah perdana merupakan rangkaian dari penerimaan mahasiswa baru yang kegiatannya sudah dimulai sejak seminggu yang lalu. “Sebelum adanya kuliah perdana, juga sudah dilakukan pengenalan kampus ke mahasiswa baru,” katanya, Kamis siang.
Menurut Eka, kuliah perdana menjadi kegiatan untuk menyambut bangku perkuliahan yang dimulai pada Selasa (17/9/2024). Adapun tema dipilih berjudul Mewujudkan Smart City Berbasis Budaya Lokal dengan menghadirkan pembicara dari akademisi UGM, Achmad Juanedi dan alumni dari ITNY, Yohanes Yosef Wea.
“Semoga para mahasiswa bisa semakin tercerahkan dan mendapatkan wawasan baru. Smart City erat kaitannya dengan perkembangan teknologi informasi dan para mahasiswa sudah sangat akrab, tetapi harapannya dengan perkembangan tersebut tidak meninggalkan budaya dan kearifan lokal,” katanya.
Senada, Rektor ITNY, Setyo Pambudi mengatakan keberadaan Smart City tidak hanya berkaitan dengan prodi perencanaan kota dan wilayah (PWK) karena juga berkaitan dengan masalah teknis sehingga prodi yang lain bisa terkait sehingga bisa memberikan gambaran dan wawasan kepada para mahasiswa baru.
“Mudah-mudahan apa yang didapatkan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan saya juga ingin adanya Smart Campus berbasis budaya lokal, tujuannya sama membawa lingkungan yang nyaman dan aman sehingga kualitas pendidikan bisa ditingkatkan,” katanya.
Di kesempatan ini, Setyo juga mengucapkan selamat kepada para mahasiswa baru sehingga bisa menjalankan kuliah dengan lancar dan selesai tepat waktu. “Bekal selama pengenalan kampus hingga kuliah perdana bisa menjadi modal agar kuliah berjalan lancar,” katanya.
Akademisi UGM, Achmad Junaedi dalam paparannya mengatakan program Smart City muncul di dunia pada 2008 hingga akhirnya mulai dijalankan di Indonesia di 2017. Hal ini ditandai dengan adanya gerakan Smart City.
Program ini bermula dari munculnya berbagai permasalahan di kota dikarenakan adanya pertambahan penduduk hingga urbanisasi. Di sisi lain, kondisi wilayah tidak bisa bertambah sehingga memunculkan berbagai masalah yang harus diselesaikan sehingga diluncurkanlah smart city. Kunci dari porgam juga tidak lepas dari inovasi, teknologi dan kolaborasi.
“Program ini terus berjalan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Tapi yang terpenting adalah pengembangan tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan yang akan datang harus lebih baik dari tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp350,15 juta kepada tiga ahli waris, termasuk beasiswa pendidikan Rp118,5
BGN menegaskan relawan MBG tidak wajib dikurangi. Pengaturan tenaga SPPG tetap memperhatikan biaya operasional Rp3.000 per orang.
Sekitar 1.000 hektare lahan pertanian Bantul terlambat tanam akibat kekurangan air. Petani diminta mengejar empat kali tanam setahun.
PSIM menjamu Dewa United di Bantul, sedangkan Madura United menghadapi Arema FC di Pamekasan. Simak jadwal dan aturan suporter.
Kenali 10 ciri bos toxic, mulai dari gemar mengontrol pekerjaan hingga merendahkan karyawan, serta cara menghadapi perilaku tersebut.
Tiga mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta meraih penghargaan Karya Terpuji Indonesia (IIDSA Meritorious Award