Samsung Hentikan Messages, Pengguna Galaxy Wajib Migrasi
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih “selamat” dari insiden keracunan massal saat acara Penyerahan SK Penetapan Rintisan Desa/Kalurahan Budaya 2024 di Kantor Kalurahan Patalan, Jetis, Selasa (10/9/2024).
Orang nomor satu di Pemkab Bantul tersebut memang datang ke acara tersebut, tetapi dia mengaku tidak mendapatkan menu nasi kotak seperti peserta lainnya. "Ya, saya tidak disuguh nasi boks itu. Saya lalu diajak ke ruang transit, saya makan prasmanan kan. Ya baik-baik saja, itu saya makan sampai sekarang. Dan, sepertinya berbeda itu yang masak ya," kata Halim saat ditemui di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Kamis (12/9/2024).
Panewu Jetis, Anwar Nur Fahrudin juga membenarkan terkait dengan tidak diberikannya nasi kotak kepada Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih pada kegiatan tersebut.
Mantan pejabat di Dinsos Bantul tersebut mengaku jika lurah, panewu, Kepala Dinas Kebudayaan, Komandan Ramil dan Kapolsek memang disuguhkan makanan berbeda. Para pejabat tersebut juga memakan makanan berbeda yang disediakan di tempat VIP.
“Jadi aman. Yang makan nasi kotak itu yang kena. Tetapi, kami belum tahu itu sumber keracunannya dari lauknya atau apa, karena masih diperiksa sampelnya di laboratorium,” kata Anwar.
Agar tidak terjadi kejadian yang sama, Anwar mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan Kalurahan Patalan untuk memberikan edukasi kepada penyedia jasa katering di wilayah tersebut. Hal itu dimaksudkan agar para penyedia jasa katering terus menjaga kualitas makanan yang disajikan.
“Dipastikan bahan yang dimasak terbebas dari kontaminasi bahan berbahaya yang berdampak ke kesehatan pengkonsumsi. Kami juga berharap penyedia katering bisa mengecek kualitas makanan dan masakan. Semoga tidak berulang lagi ke depan. Karena katering ini biasa dipakai oleh pihak kalurahan,” ucap Anwar.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Klaim 160 Orang Keracunan Usai Santap Nasi Box di Kantor Kalurahan Patalan
Sebelumnya, Pemkab Bantul mengklaim sebanyak 160 orang mengalami gejala keracunan setelah menyantap sajian makanan saat acara Penyerahan SK Penetapan Rintisan Desa/Kalurahan Budaya 2024 yang digelar di Kantor Kalurahan Patalan, Selasa siang.
Wakil Bupati Bantul Joko Budi Purnomo mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas adanya dugaan keracunan pada kegiatan tersebut. Bahkan Joko menyebut ada sebanyak 160 orang telah mengalami gejala keracunan.
"Dan yang harus dirawat di rumah sakit sampai saat ini ada 8 orang. Dan pemerintah akan mengupayakan pembiayaan dengan BPJS Kesehatan dan Jamkesda, karena apapun ini harus segera diatasi," kata Joko di RSUD Panembahan Senopati, Kamis siang.
Saat ini Pemkab Bantul sedang mengusahakan pembiayaan perawatan bagi mereka yang mengalami gejala keracunan melalui BPJS Kesehatan dan Jamkesda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.