Iran Nilai Kini Waktu Tepat untuk Akhiri Perang dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul sedang memdamkan api yang membakar rumah di Dusun Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, Rabu ()./Istimewa-dok.BPBD Bantul)
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi menghadapi bencana gempa bumi. Salah satunya dengan kampung tangguh bencana.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Romi Eko Haryono mengatakan edukasi terkait mitigasi bencana gempa dilakukan pada169 kelurahan atau kampung tangguh bencana di wilayah ini. "Dalam setiap kelurahan sudah ada yang kami latih terkait edukasi kebencanaan, khususnya gempa bumi," kata dia, Jumat (13/9/2024).
BACA JUGA: Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Sleman Diperpanjang hingga Akhir November 2024
Romi berharap melalui edukasi mitigasi bencana gempa warga Kota Jogja, terutama kelompok rentan dan kader perempuan, di wilayah itu mampu mengambil sikap dan tindakan yang tepat ketika terjadi gempa bumi.
Karena durasi bencana gempa biasanya sangat singkat, menurut dia, warga yang berada di dalam ruangan maupun bangunan tinggi diminta tetap tenang. "Jika terjadi bencana dapat berlindung di bawah meja atau pergi ke sudut bangunan dengan tetap menutup kepala," ujar dia.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Ria Rinawati mengatakan Kota Yogyakarta merupakan salah satu wilayah di DIY yang rawan terhadap bencana, termasuk gempa bumi.
Ria berharap kelompok rentan di wilayah ini mampu melakukan mitigasi manakala terjadi bencana gempa megathrust, baik sebelum, saat, maupun setelah kejadian.
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2022, Kota Jogja memiliki indeks risiko Sedang dengan skor 69.46 dari Hasil Kajian Risiko Bencana tahun 2022 - 2026. "Baru-baru ini terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,8. Hal ini menjadi perhatian bersama agar kelompok rentan dan kader perempuan di wilayah Kota Jogja dapat menanggulangi dan paham cara antisipasi jika terjadi gempa di kemudian hari," ujar dia.
Fungsional Madya BMKG Stasiun Geofisika Sleman Nana Nawangsari menegaskan bahwa informasi potensi gempa megathrust yang sedang ramai dan berkembang bukanlah prediksi atau peringatan dini bahwa seolah-olah bencana itu bakal terjadi dalam waktu dekat.
Meski begitu, menurut dia, edukasi mitigasi tetap diperlukan sehingga masyarakat tetap memiliki kewaspadaan dan kesiapsiagaan jika sewaktu-waktu bencana itu terjadi.
"Semoga dengan adanya potensi yang dijelaskan akan menambah pengetahuan masyarakat. Sehingga semakin siap dalam menghadapi bencana," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai kini waktu tepat mengakhiri perang dengan AS saat Iran berada dalam posisi kuat dan bermartabat.
Hashim Djojohadikusumo mengingatkan Rusun Manggarai tidak diborong spekulan. Proyek ini menyediakan 3.784 unit hunian bagi MBR.
Pemkot Jogja mendorong UMK batik bergabung dalam koperasi sektor riil untuk memperkuat produksi, pemasaran, pembiayaan, dan branding.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 26 Agustus 2026 mendatang.
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.