Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Para pengrawit menabuh gamelan Sekaten, di Pagongan Masjid Gedhe, Jumat (13/9/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar rangkaian peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menggelar Hajad Dalem Sekaten. Selama sepekan penuh, gamelan sekaten di kompleks Masjid Gedhe ditabuh.
Jumat (13/9/2024), tepat pukul 14.00, Pagongan Masjid Gedhe sisi Selatan mengalunkan gendhing dengan lembut, Jumat (13/9/2024). Para pengrawit berbusana abdi dalem lengkap berwarna biru dan beberapa ada yang berwarna putih. Walau Sebagian sudah berusia senja, mereka tetap bersemangat dan khidmat menabuh instrumen gamelan di depannya.
Sekitar 30 menit berlangsung, para pengrawit menghentikan tabuhannya. Sekarang gantian Pangonan Masjid Gedhe sisi utara yang mengalunkan gamelan. Abdi Dalem di Pagongan Utara juga memainkan gamelan sekitar 30 menit, sebelum menghentikan tabuhannya saat azan asar berkumandang dari Masjid Gedhe.
Seusai azan, beberapa pengrawit yang beragama muslim turun dari Pagongan untuk menunaikan salat asar di Masjid Gedhe. Gamelan Sekaten pun dijeda. Setelah salat asar berjamaah di Masjid Gedhe selesai, Pagongan utara kembali mengalunkan Gamelan Sekaten.
Setiap harinya, Gamelan Sekaten ditabuh setiap harinya selama Hajad Dalem Sekaten pada pukul 08.00-11.00; 14.00-17.00; dan 20.00-23.00. Gamelan tak akan ditabuh pada malam jumat yakni mulai kamis petang hingga jumat pagi.
BACA JUGA: Sejarah Sekaten Kraton Jogja, Telah Ada Sejak Zaman Kerajaan Demak
Sejumlah pengunjung tampak antusias menyaksikan tabuhan Gamelan Sekaten tersebut. Mereka menikmati Gamelan Sekaten dari tangga dan pintu di keempat sisi Pagongan Masjid Gedhe tersebut. Tak hanya warga lokal, beberapa turis dalam dan luar negeri juga terlihat penasaran dengan pertunjukan tersebut.
Salah satu pengunjung, Sophia, merupakan wisatawan dari Jakarta. Dia datang bersama keluarganya dan kebetulan sedang berjalan-jalan di sekitar Kraton. “Kebetulan lagi ada acara Sekaten ini, kita nonton sekalian,” katanya.
Ia beserta rombongan keluarganya berjumlah lima orang. Mereka terlihat menikmati tabuhan Gamelan Sekaten dari tangga sisi depan. Beberapa kali ia mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya. “Ini sangat unik, jarang-jarang melihat permainan gamelan langsung di Kraton Jogja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.
DPRD Gunungkidul menuntaskan KUA-PPAS Perubahan 2026. Pendapatan daerah turun Rp50,65 miliar dan RAPBD harus segera dibahas.
Setelah Maulid Nabi 25 Agustus 2026, libur berikutnya baru Natal. Simak jadwal cuti bersama dan peluang libur empat hari.
Baterai iPhone cepat habis? Simak 15 cara menghemat daya mulai dari Mode Daya Rendah hingga mengatur aplikasi dan jaringan.