PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Azalia Farika Andit, remaja perempuan berusia 22 tahun mengungkap alasan bergabung menjadi jubir tim pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Bantul Untoro Hariadi - Wahyudi Anggoro Hadi. /Istimewa.
Harianjogja.com, BANTUL—Azalia Farika Andit, remaja perempuan berusia 22 tahun mengungkap alasan bergabung menjadi jubir tim pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Bantul Untoro Hariadi - Wahyudi Anggoro Hadi. Ia pun mengajak Gen Z agar melek politik atau memahami pengetahuan tentang sistem politik di Indonesia.
Salah satu alasannya bergabung karena ingin ikut menyuarakan aspirasinya. "Sebagai gen Z, kita harus melek politik. Dengan terlibat di tim ini, saya ingin menyuarakan aspirasi dan memastikan suara kami di dengar," kata Azalia Farika Andit yang juga Juru Bicara dari Gen Z tim pemenangan Untoro-Wahyudi, Sabtu.
Ia mengatakan, tugas menjadi juru bicara merupakan sebuah kehormatan baginya sebagai gen Z, artinya anak muda diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam pesta demokrasi.
"Sebagai anak muda yang lahir dan besar di Bantul, saya sangat paham perubahan yang diinginkan warga Bantul," kata Andit.
Lulusan Seni Tari ISI Jogja ini menilai Bantul ke depan harus memiliki pemimpin baru yang mampu membawa Bantul lebih maju, dari sisi kesejahteraan, pendidikan, kesempatan bekerja, ekonomi kreatif, lingkungan hingga pertanian.
Untoro Hariadi dikenal di dunia akademis dan aktivitas sosial, sedangkan Wahyudi Anggoro Hadi dikenal dengan kesuksesannya sebagai Lurah Panggungharjo Bantul.
"Sosok Untoro-Wahyudi mampu membawa Bantul mencapai tujuan tersebut, karena alasan ini, saya bergabung dengan tim pemenangan," katanya.
Oleh karena itu, menjelang Pilkada Bantul 2024 dia mengajak warga Bantul terutama Gen Z, agar terlebih dulu melihat rekam jejak dan pendidikan para calon pemimpin sebelum memilih. "Pelajari sepak terjangnya. Apakah pernah menjadi pemimpin. Bagaimana menjalankan janji-janjinya, apakah responsif terhadap terhadap kebutuhan warganya," katanya.
Ia yakin warga Bantul, termasuk Gen Z sudah semakin dewasa dalam berpolitik, dan sangat peduli dengan Pilkada Bantul. Andit berharap pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2024 dapat berjalan damai, jujur, adil, dan bermartabat. Menurutnya tidak ada toleransi terhadap praktik politik uang, ujaran kebencian, maupun hoaks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.