Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Suyanto saat menguliti kelapa gabug yang diubah menjadi kerajinan kepala monyet di rumahnya, Kamis (10/10/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Inovasi dilakukan oleh Suyanto, warga Wonorejo I, Gadingsari, Sanden, Bantul. Pria berusia 54 tahun ini mampu menyulap limbah buah kelapa gabug menjadi beraneka ragam kerajinan dengan nilai ekonomi tinggi.
Jika biasanya kelapa gabug, dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bahan bakar, maka di tangan Suyanto, kelapa gabug ini diubah menjadi kerajinan gantungan kepala kera dan wind chrime.
"Jika ditotal pendapatan saya dari kerajinan ini bisa sampai puluhan juta," kata Suyanto di temui, Kamis (10/10/2024).
BACA JUGA: Inovasi Sijidtu, Perpanjang SIM Drive Thru Hanya 5 Menit
Suyanto mengungkapkan, untuk membuat kerajinan gantungan kepala kera, dirinya dibantu oleh satu pekerja yang tidak lain adalah saudaranya sendiri. Oleh Suyanto, kelapa gabug yang harganya Rp5.000 perbuah, akan langsung dikuliti sabutnya dan dibentuk menyerupai kepala kera.
Selain itu, untuk membuat wind chrime, Suyanto biasanya tidak hanya menguliti sabut kelapa gabug tapi juga memasang sejumlah aksesoris agar kelapa gabug yang jadi bahan utamanya tersebut bisa berbunyi saat terkena angin.
"Jadi usaha ini sudah saya tekuni sejak 2007. Dulu saya kerja di Jakarta, tapi tidak betah. Kemudian pulang ke sini. Saya lihat banyak kelapa gabug di sekitar rumah. Lalu muncul ide membuat kerajinan dari kelapa gabug. Ternyata, setelah saya buat, banyak yang tertarik dengan kerajinan buatan saya ini," ungkap Suyanto.
BACA JUGA: Pengamat: Generasi Muda Dituntut Mampu Menciptakan Inovasi Demi Menghadapi 2045
Awalnya, Suyanto hanya membuat kerajinan kepala kera. Namun, dalam perkembangannya, Suyanto melakukan inovasi dengan mencoba membuat kerajinan lainnya dari bahan kelapa gabug. Alhasil, produksi kerajinan dari kelapa gabung yang diproduksi oleh Suyanto semakin bervariasi, tidak hanya kepala kera.
"Saya juga buat gantungan kunci dan celengan bentuk kura-kura berbahan baku kelapa gabug. Dan, ini saya tawarkan ke beberapa workshop ternyata banyak yang meminati. Seiring berjalannya waktu, saya pun punya pelanggan beberapa workshop dan pelanggan dari luar daerah," ucap Suyanto.
Suyanto mengungkapkan untuk membuat kerajinan kepala kera, hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk satu buah kepala kera. Dalam sehari, Suyanto bahkan bisa membuat 50 buah kepala kera.
"Kalau wind chrime, karena agak rumit, sehari saya bisa membuat 10 buah," jelasnya.
Meski cukup banyak terjual, diakui oleh Suyanto, sejauh ini, usahanya masih sangat tergantung kepada pesanan. Sehingga, dirinya akan berproduksi jika ada pesanan yang masuk.
"Kalau pelanggan, sejauh ini ada banyak dari beberapa kota di Jawa Timur. Mereka biasanya pesan bisa mencapai 10.000 buah. Harganya, untuk kepala kera biasanya saya banderol Rp15.000 per buah. Sedangkan 1 buah wind chime saya banderol Rp30.000 per buah," ungkap Suyanto.
BACA JUGA: Bupati Bantul Sebut Industri Kreatif Berkontribusi Positif pada Perekonomian
Dia mengaku sampai saat ini masih terus melakukan inovasi untuk kerajinan berbahan baku kelapa gabug. Hal ini dilakukan agar dirinya bisa memenuhi kebutuhan pasar kerajinan dari bahan baku kelapa gabug.
"Sejauh ini, asal itu dibuat dengan bahan baku kelapa gabug, saya akan usahakan membuatkan pesanan yang masuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.