Di Balik Kantong Darah untuk Pasien, Ada Peran Teknisi Pelayanan Darah
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Masyarakat mengikuti program bedah buku inisiasi DPAD DIY yang digelar di Jogotirto, Berbah, Sleman, Jumat (11/10/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Masa emas anak menjadi fase krusial bagi tumbuh kembang anak. Untuk membekali pengetahuan masyarakat tentang fase tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku di Jogotirto, Berbah, Sleman, Jumat (11/10/2024).
Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menuturkan buku yang dibedah bersama warga tidak hanya sekadar berupaya untuk meningkatkan minat baca warga. Anton juga ingin dari buku yang dibahas bersama-sama akan ada pengetahuan atau wawasan baru yang bisa dibawa warga nantinya pasca kegiatan bedah buku.
“Ingin meningkatkan minat baca masyarakat ataupun mempertahankan karena di DIY ini sudah tertinggi tetapi juga ingin ada pesan-pesan yang disampaikan, di dalam bedah buku ada hasilnya,” tuturnya, kemarin.
Di Jogotirto, warga diajak membedah buku berjudul Masa Emas Anak: Menghindari Stunting Dengan Nutrisi Optimal. Anton menilai tema ini sangat relevan untuk dibahas apalagi untuk menciptakan generasi emas, anak perlu asupan gizi yang baik.
Untuk mewujudkan generasi emas, masa emas pertumbuhan anak perlu dioptimalkan agar jangan sampai masa itu terlewat begitu saja. Anton juga menggarisbawahi kadang orang tua lupa memberikan gizi seimbang kepada anak dan justru memberikan makanan berpengawet dengan gizi rendah.
BACA JUGA: Siswa SD di Kota Jogja Jadi Korban Perundungan selama Tiga Tahun
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, menambahkan dengan adanya bedah buku kali ini, orang tua diharapkan bisa mengerti nutrisi yang baik untuk anak sehingga nantinya anak-anak itu bisa tumbuh optimal.
“Masa emas anak itu kan menentukan nantinya, jadi diharapankan orang tua itu tidak kehilangan masa emas anak dalam menentukan gizi,” ucapnya. Perempuan yang disapa Asti itu juga menambahkan bila wawasan akan nutrisi bisa dipelajari dari buku atau bahan bacaan lain. Bahan bacaan yang kredibel akan meningkatkan potensi tumbuh kembang anak.
“Nutrisi seperti apa yang baik, yang bisa bermanfaat dari anak itu cuma ada di dalam buku dan bisa dipelajari orang tua di rumah dan mendapatkan sumber yang jelas tidak hanya katanya-katanya,” tandasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.