Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Agenda bedah buku berjudul Stunting Penanganan dan Pencegahannya yang digelar di Pedukuhan Druju, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (17/10/2024). – Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai menilai permasalahan terhambatnya tumbuh kembang anak atau stunting merupakan masalah yang harus dipecahkan bersama. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan bedah buku berjudul Stunting Penanganan dan Pencegahannya di Pedukuhan Druju, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (17/10/2024).
“Stunting harus dicegah agar tidak ada generasi yang ngantukan, malas berpikir sehingga kalah dengan bangsa lain. Untuk menciptakan generasi yang unggul, maka stunting harus ditanggulangi,” kata Anton.
Menurut dia, pemerintahan baru di bawah komando Presiden Terpilih Prabowo Subianto telah menyatakan komitmennya untuk memberikan makanan bergizi kepada anak sekolah. Di sisi lain, ada pemberian makanan untuk ibu hamil untuk mencegah bayi lahir dalam kondisi stunting. “Program ini menjadi bagian untuk mencetak generasi muda yang unggul agar bisa bersaing dengan bangsa lain di dunia,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya mencetak generasi yang unggul penuh dengan tantangan. Sebagai gambaran, hingga saat ini ada satu dari lima anak di Indonesia yang kekurangan zat besi.
Di sisi lain, ada tiga dari lima anak di Indonesia yang masih kekurangan gizi. “Ya kalau pertumbuhannya kurang baik, mana bisa jadi anak yang sehat, kuat, cerdas hingga pintar. Maka, gizi untuk pertumbuhan anak sangatlah penting,” katanya.
Anton berpendapat, dengan pemenuhan gizi yang baik, maka tumbuh kembang anak dapat ideal dan terhindar dari stunting. Untuk pemenuhan, makanan tidak harus mahal karena bisa didapatkan melalui makanan seperti ikan kembung, lele, nila, sayur-sayuran dan telur. “Yang tak kalah penting harus sering minum susu agar pertumbuhan bisa semakin sempurna dan anak menjadi lebih pintar,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, mengatakan program bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY. Tujuan utama kegiatan ini untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Menurutnya, banyak manfaat yang diterima dari membaca buku. Pasalnya, pengetahuan yang dimiliki juga semakin luas karena buku menjadi jendela ilmu. “Harapannya dengan buku yang diberikan bisa menjadi bahan untuk belajar,” katanya.
Diakuinya, upaya peningkatan minat baca tidak hanya melalui program bedah buku. Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY memiliki banyak program di kantor yang berada di Jalan Raya Janti, Kalurahan Wonocatur, Banguntapan, Bantul. “Masyarakat bisa membaca atau meminjam buku. Selain itu, ada diorama tentang sejarah DIY serta ruang bercerita hingga bioskop enam dimensi yang bisa diakses pengunjung atau bisa juga merestorasi arsip yang mulai rusak,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.