Klaten Siap Gelar Kejurnas Motocross 2026
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
Kabid Kualitas Hidup Perempuan DP3AP2 DIY, Rofiqoh Widiastuti dan anggota DPRD DIY, Muhammad Syafii, dalam talkshow Konflik Mertua dan Menantu Perempuan, yang disiarkan langsung di Starjogja FM, Jumat (18/10/2024)./Lugas Subarkah
JOGJA—Dalam keluarga baru tak jarang terjadi konflik antara suami dan istri yang seringnya disebabkan relasi dan komunikasi yang tidak sehat melibatkan orang tua suami. Dalam hal ini suami harus mampu menjadi penengah untuk meminimalkan konflik.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Rofiqoh Widiastuti, dalam gelar wicara bertajuk Konflik Mertua dan Menantu Perempuan, yang disiarkan langsung Starjogja FM, Jumat (18/10/2024).
Berdasarkan survei Kompas, 60% konflik pada keluarga baru terjadi antara mertua dan menanntu perempuan. “Ini penting karena berhubungan dengan cara melihat perempuan dalam rumah tangga. Ini ada perebutan otoritas wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, laki-laki dibesarkan dalam pengasuhan ibunya untuk menjadi tulang punggun keluarga. Ibu berharap anak lakinya membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Sementara istrinya mengharapkan laki-lakui menjadi kepala keluarga yang menfakahi keluarga barunya.
“Kita meletakkan laki-laki sebagai aset bertumpu ekonomi. Beda kalau kita tempatkan anak sebagai amanah. Ekspektasi kepada anak laki-laki tidak jadi tumpuan. Ekspektasinya membesarkan laki-lakilaki bertanggung jawab lepada keluarganya,” katanya.
Perempuan yang dibawa oleh suaminya ke dalam keluarga suami juga biasanya mendapatkan tekanan karena menjadi orang baru dalam keluarga tersebut dengan tuntutan yang cukup besar yakni dalam mengurus rumah tangga, pengasuhan anak dan sebagainya.
Dalam posisi itu, istri biasanya membutuhkan rasa aman yang perlu diberikan oleh suami. “Yang menjadi penyambung kedua pihak adalah suami. Dia harus mampu jadi penyeimbang kedua pihak. Istri butuh rasa aman. Ketika tidak bisa diberikan suami, maka konflik memuncak,” kata dia.
Dalam menjalankan perannya sebagai penengah, suami harus bisa mendinginkan suasana ketika terjadi konflik antara istri dengan ibunya. “Kuncinya selain komunikasi, mampu terbangun rasa aman di antara mereka. Jangan pernah masing-masing diaalahkan. Yang dibutuhkan adalah ngademke,” paparnya.
Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafii, menuturkan yang krusial di dalam pola hubungan suami-istri baru adalah mebyiapkan bekal finansial dan psikologis. Karena menurutnya, dalam pernikahan di Indonesia, tidak hanya menyatukan dua orang saja, namun dua keluarga.
“Menyatukan dua keluarga besar yang ada, sementara dalam keluarga inti saja tak terhindarkan adanya benturan. Misal tinggal dimana, menjadi pilihan masing-masing harus siap. Kalau di tempat peremuan, laki-laki harus siapkan keluarga kecilnya masuk di keluarga istrinya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.