AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Ilustrasi kecelakaan - Freepik
Harianjoja.com, BANTUL— Pondok pesantren (Ponpes) Islamic Center Bin Baz, Piyungan, Bantul menyebutkan dua dari empat korban meninggal dunia di kecelakaan di Tol Ungaran Km 432, Jumat (18/10/2024) telah kembali ke kampung halamannya. Sisanya, dua korban dua korban lainya telah dimakamkan di sekitar ponpes.
Humas Ponpes Islamic BinBaz, Sumarji mengakui jika persoalan satu guru pendamping dan tiga santri di tempatnya saat ini telah terkondisikan. Dari dua korban meninggal dunia, selanjutnya di makam di kampung halamannya.
Untuk Faiz Ifthikor (16), warga Tunggu, Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, kata Sumarji, telah dibawa oleh keluarga korban ke rumah duka dan dimakamkan Jumat (18/10/2024) malam. Sedangkan untuk M. Arifin Ilham (18), warga Menala, Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, jenazahnya saat ini tengah dalam perjalanan ke kampung halaman.
"Untuk yang dari Bekasi [Mustikasari] dan dari Sambas, Kalimantan Barat [Syahid (16)] di makamkan di sekitar Ponpes Bin Baz, jam 8 pagi tadi," ungkapnya, Sabtu (19/10/2024).
Sebelumnya, Sebuah minibus elf yang mengangkut rombongan santri pondok pesantren Islamic Center Bin Baz, Piyungan, Bantul, mengalami kecelakan di Tol Ungaran, Km 432, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (18/10/2024). Dalam insiden tersebut 4 orang meninggal dunia dan belasan korban lainnya mengalami luka-luka.
Sumarji membenarkan terkait dengan peristiwa tersebut. Hanya saja, dirinya belum bisa berkomentar banyak terkait dengan peristiwa tersebut. Ia mengakui jika ada4 orang meninggal dunia.
"Satu pengasuh meninggal dunia, tiga orang yang meninggal adalah santri kami. Sedangkan yang mengalami luka-luka ada belasan,” katanya.
Dia mengungkapkan, rencananya empat korban yang meninggal dunia akan dibawa kembali ke pondok pesantren Islamic Center Bin Baz. Hanya saja, saat ini, pihak pondok masih menunggu kedatangan dari para keluarga korban.
“Ya, rencana langsung kami bawa ke Bin Baz semuanya. Tapi ini ada yang belum ketemu dengan wali santri,” jelas Sumarji.
BACA JUGA : Kronologi Kecelakaan 3 Truk yang Tewaskan Dua Orang di Jalan Jogja-Wates
Sumarji juga mengakui jika elf dari rombongan diisi sebanyak 25 orang, yang terdiri dari 23 santri, 1 orang pengasuh dan seorang sopir. Mereka berangkat melalui jalan tol Solo-Semarang. “Tujuannya memang ke Unissula untuk ikut kegiatan MTQ,” ucap Sumarji.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, mengatakan elf tersebut sesampainya di Tol Ungaran KM 432.600, menabrak pembatas jalan di sebelah kiri lantaran menghindari mobil Innova yang ngerem mendadak di depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.