Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejak Januari-September 2024, kasus kekerasan pada anak yang dilaporkan di Kota Jogja tercatat sebanyak 75 kasus. Pemkot Jogja pun berkomitmen untuk menakan kasus kekerasan pada anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Retnaningtyas menjelaskan berdasarkan data profil anak pada 2023, penduduk Kota Jogja, 25,91% dari total penduduk Kota Jogja atau sebanyak 107.461 penduduk adalah anak-anak. “Pada 2024 hingga September jumlah korban kekerasan anak yang dilaporkan sebanyak 75 kasus. Jumlah ini turun dibandingkan jumlah kekerasan anak pada 2023 yakni 85 kasus. Kebanyakan korbannya adalah anak perempuan," ujarnya, Rabu (23/10/2024).
Dari data tersebut, pihaknya meminta seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkot Jogja untuk terus berkomitmen dalam memenuhi hak anak sehingga dapat menekan kasus kekerasan pada anak. "Ini dapat menjadi gambaran perlu adanya sinergi dan berkolaborasi antar instansi agar dapat menekan kasus tersebut,” katanya.
Salah satu upaya untuk menekan kekerasan pada anak, DP3AP2KB Kota Jogja menggelar bimtek perlindungan khusus anak, di Hotel Pandanaran, Rabu (23/10/2024) yang diikuti seluruh karyawan Pemkot Jogja baik luring maupun daring.
BACA JUGA: Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Ini Upaya DP3AP2 DIY
Analis Kebijakan Ahli Madya Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kementrian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA), Nanang Aminudin, yang menjadi salah satu narasumber dalam bimtek ini menjelaskan penyelenggaraan perlindungan terhadap anak menjadi kewajiban dan tanggung jawab semua pihak. "Kementerian PPA juga tak henti-hentinya melakukan bimtek seperti ini dengan harapan seluruh pemangku kepentingan dapat saling berkolaborasi dalam pemenuhan hak-hak anak sehingga dapat menekan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia," ungkapnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Jogja, Yunianto Dwisutono, berharap upaya ini dapat menjadikan pondasi bagi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jogja untuk terus mendorong terwujudnya perlindungan anak.
"Apalagi Pemkot Jogja mernargetkan Kota Jogja dapat meraih predikat Kota Layak Anak [KLA] Paripurna setelah mampu meraih predikat KLA Utama tiga kali berturut-turut, sehingga sinergi ini sangat penting," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.