Kuota Magang Nasional 2026 Naik, Pemerintah Siapkan 150 Ribu Peserta
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Cicin Hardiyanti melakukan penelitian secara khusus untuk mengungkap sejumlah faktor keberhasilan dan kegagalan penerapan Sistem Informasi Posyandu. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Cicin Hardiyanti melakukan penelitian secara khusus untuk mengungkap sejumlah faktor keberhasilan dan kegagalan penerapan Sistem Informasi Posyandu.
Sistem informasi posyandu (SIP) telah diterapkan di beberapa posyandu dengan hasil yang bervariasi. Beberapa berhasil, sementara lainnya gagal. Keberhasilan dan kegagalan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengetahui faktor-faktor ini penting untuk membantu pengambilan keputusan dalam penerapan SIP.
Cicin Hardiyanti menjelaskan ia melakukan penelitian di Sleman dan menemukan sejumlah faktor yang mempengaruhi kegagalan sistem informasi Posyandu. Di antaranya kualitas sistem meliputi kesulitan login ke sistem informasi sehingga dapat mempengaruhi minat pengguna, terbatasnya akses internet dan sistem informasi yang belum terintegrasi dengan sistem yang ada di Puskesmas.
Selain itu kualitas Informasi yaitu sistem yang belum sesuai kebutuhan dan belum lengkap. Kemudian menurunnya motivasi Kader menggunakan sistem informasi. Akibatnya, kader lebih memilih kembali ke metode pencatatan manual yang dianggap tidak membebani.
"Selain itu masalah sistem disampaikan melalui pihak ketiga, memperlambat respons dan meningkatkan risiko kesalahan informasi. Pandemi COVID-19 memperburuk komunikasi antara tim pengembang dan Posyandu. Akibatnya, penerimaan
pengguna menurun," katanya.
Adapun faktor keberhasil dipengaruhi oleh motivasi kader, kemudahan penggunaan, keakuratan, kelengkapan dan efektivitas sistem juga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi di Posyandu Tirtorahayu.
"Faktor-faktor keberhasilan sistem dapat dijadikan pedoman apabila akan melakukan implementasi sistem informasi posyandu, adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, penggunaan sistem," ujarnya.
Ketua Program Studi Informatika Irving Vitra Paputungan menambahkan penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan SIP kesehatan ibu dan anak dengan model HOT-Fit (Human, Organization, Technology, dan Fit). Selain menggunakan model HOT-Fit, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitiatif dengan fishbone diagram untuk memetakan faktor-faktor kegagalan implementasi sistem.
"Pendekatan kuantitatif digunakan di lokasi yang berhasil menerapkan SIP dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Pendekatan kualitatif digunakan di lokasi yang gagal menerapkan SIP dengan wawancara langsung sebagai teknik pengumpulan data," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.