Akademisi FTI UII Ungkap Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Sistem Informasi Posyandu

Newswire
Newswire Rabu, 02 Oktober 2024 14:47 WIB
Akademisi FTI UII Ungkap Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Sistem Informasi Posyandu

Mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Cicin Hardiyanti melakukan penelitian secara khusus untuk mengungkap sejumlah faktor keberhasilan dan kegagalan penerapan Sistem Informasi Posyandu. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa Program Studi Informatika Program Magister FTI UII Cicin Hardiyanti melakukan penelitian secara khusus untuk mengungkap sejumlah faktor keberhasilan dan kegagalan penerapan Sistem Informasi Posyandu.

Sistem informasi posyandu (SIP) telah diterapkan di beberapa posyandu dengan hasil yang bervariasi. Beberapa berhasil, sementara lainnya gagal. Keberhasilan dan kegagalan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengetahui faktor-faktor ini penting untuk membantu pengambilan keputusan dalam penerapan SIP.

Cicin Hardiyanti menjelaskan ia melakukan penelitian di Sleman dan menemukan sejumlah faktor yang mempengaruhi kegagalan sistem informasi Posyandu. Di antaranya kualitas sistem meliputi kesulitan login ke sistem informasi sehingga dapat mempengaruhi minat pengguna, terbatasnya akses internet dan sistem informasi yang belum terintegrasi dengan sistem yang ada di Puskesmas.

Selain itu kualitas Informasi yaitu sistem yang belum sesuai kebutuhan dan belum lengkap. Kemudian menurunnya motivasi Kader menggunakan sistem informasi. Akibatnya, kader lebih memilih kembali ke metode pencatatan manual yang dianggap tidak membebani.

"Selain itu masalah sistem disampaikan melalui pihak ketiga, memperlambat respons dan meningkatkan risiko kesalahan informasi. Pandemi COVID-19 memperburuk komunikasi antara tim pengembang dan Posyandu. Akibatnya, penerimaan
pengguna menurun," katanya.

Adapun faktor keberhasil dipengaruhi oleh motivasi kader, kemudahan penggunaan, keakuratan, kelengkapan dan efektivitas sistem juga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi di Posyandu Tirtorahayu.

"Faktor-faktor keberhasilan sistem dapat dijadikan pedoman apabila akan melakukan implementasi sistem informasi posyandu, adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, penggunaan sistem," ujarnya.

Ketua Program Studi Informatika Irving Vitra Paputungan menambahkan penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan SIP kesehatan ibu dan anak dengan model HOT-Fit (Human, Organization, Technology, dan Fit). Selain menggunakan model HOT-Fit, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitiatif dengan fishbone diagram untuk memetakan faktor-faktor kegagalan implementasi sistem.

"Pendekatan kuantitatif digunakan di lokasi yang berhasil menerapkan SIP dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Pendekatan kualitatif digunakan di lokasi yang gagal menerapkan SIP dengan wawancara langsung sebagai teknik pengumpulan data," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online