Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Duka untuk Lionel Messi
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono (kanan) sedang memberikan arahan kepada tim sebelum memasuki gua di Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu, (23/10/2024). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memastikan proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kabupaten Gunungkidul terus berlanjut dengan menghindari kawasan gua yang ditemukan beberapa waktu lalu di Planjan, Kecamatan Saptosari.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono, di Gedung DPRD DIY,, Rabu, mengatakan bahwa proses pembangunan JJLS tidak boleh berhenti menyusul temuan itu.
"Pembangunan itu jalan terus dilakukan, tapi hindari dulu area gua," kata Beny.
Sebelumnya, sebuah gua dengan stalaktit dan stalagmit ditemukan di lokasi pengerjaan proyek JJLS di wilayah Planjan, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, DIY pada 15 Oktober 2024.
Beny menuturkan saat ini Pemda DIY tengah melakukan kajian ilmiah bersama tim peneliti UGM untuk mengetahui karakteristik gua termasuk potensi pengembangan yang bisa dilakukan di kawasan itu.
"Apakah gua itu harus ditutup permanen atau bahkan akan dikembangkan untuk objek-objek yang lain, tapi untuk jalan menghindari dulu," ujar dia.
BACA JUGA: Tim Peneliti UGM Mulai Menelusuri Gua di JJLS Planjan, Penuh Stalaktik dan Stalaktmit
Meski masih dikaji, Beny meyakini penemuan gua itu tidak akan berdampak pada perubahan trase proyek JJLS di wilayah Gunungkidul.
"Tidak (berubah), toh bergeser kan tidak terlalu jauh. Kecuali nanti sepanjang itu ketemu gua semua, ya mesti bergeser kalau itu," ujar dia pula.
Sebagai kawasan karst, Beny menyebut Kabupaten Gunungkidul menyimpan banyak potensi gua di bawah tanah.
"Di dalam perut buminya itu kan lebih dari 400-lah gua, tapi memang yang sudah diidentifikasi baru 100 sekian," ujar dia pula.
Guru Besar Fakultas Geografi UGM Prof Eko Haryono mengatakan telah diminta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY untuk meneliti gua tersebut.
Selain Eko yang memiliki kepakaran di bidang ilmu geomorfologi, penelitian itu turut melibatkan tim dari Teknik Geologi UGM.
Tim dari Teknik Geologi UGM, kata dia, memiliki porsi kajian terkait kekuatan batuan gua, sedangkan Eko bakal menghitung ketebalan atap serta luasan gua.
Dia memperkirakan proses penelitian itu bakal memakan waktu hingga empat hari.
"Seluruhnya yang bisa dipetakan akan kami petakan. Mungkin ini butuh empat hari," kata dia pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san