Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Sejumlah pelaku wisata hingga pedagang kecil tergabung dalam Paguyuban Wong Cilik menaruh harapan terhadap periode pemerintahan ke depan di wilayah Sleman. Pengembangan fasilitasi destinasi wisata hingga peningkatan fasilitas pasar tradisional menjadi harapa tersendiri bagi masyarakat. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pelaku wisata hingga pedagang kecil tergabung dalam Paguyuban Wong Cilik menaruh harapan terhadap periode pemerintahan ke depan di wilayah Sleman. Pengembangan fasilitasi destinasi wisata hingga peningkatan fasilitas pasar tradisional menjadi harapa tersendiri bagi masyarakat.
Driver Jip Lava Tour Merapi Waluyo menuturkan berharap ada kemudahan mendapatkan BBM untuk kelancaran aktivitas operasional Jip Merapi. Mengingat akhir-akhir ini harus mengantre untuk memperoleh BBM. Perhatian terhadap pengembangan pariwisata sebenarnya sudah berjalan, akan tetapi ke depan perlu ditingkatkan khususnya untuk penambahan fasilitas.
"Misalnya lapangan parkir ini ke depan juga perlu menjadi perhatian. Karena wisatawan yang datang itu dari berbagai daerah, kalau fasilitasnya untuk wisatawan itu ditambah tentu akan semakin nyaman," katanya.
Selain itu ia berharap ada program khusus untuk mengantisipasi masa sepi wisatawan seperti terjadi di Bulan Oktober hingga November. Perlu ada agenda tertentu yang bisa mendatangkan wisatawan sehingga tidak sepi. "Untuk bulan-bulan ini sekarang memang sepi, nanti kalau sudah Desember naik lagi," ujarnya.
Salah satu Pedagang Angkringan Asal Pendowoharjo Esti Wulandari mengungkapkan harapan yang sama terkait kesejahteraan ke depan. Sebagai pedagang, tentu ia sangat berharap mendapatkan bahan baku yang murah namun hasil produk makanannya bisa laku terjual. Namun kenyataan berbeda seringkali ia hadapi, harga bahan baku makanan seringkali naik.
"Di sisi lain ketika harga bahan baku naik, saya tidak memungkinkan menaikkan harga makanan, sehingga keuntungannya sangat mepet," ujarnya.
Adapun salah satu pedagang Pasar Pakem Subardi menyampaikan harapan terkait upaya penataan pasar agar lebih nyaman, namun tetap mempertahankan kondisi pengunjungnya yang tetap ramai. "Kalau saya sih, bagaimana agar pasar tradisional ini tetap ramai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.