Ruang Digital Bisa Menjadi Pintu Masuk Kekerasan Seksual pada Anak
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
Lomba Baris Berbaris yang diinisiasi oleh Dinas Dikpora Kota Jogja dan PPI Kota Jogja di Stadion Mandala Krida, Jumat (1/11/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin.
JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja bersama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Jogja menggelar Lomba Baris Berbaris 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Halaman Parkir Stadion Mandala Krida yang dimulai pada 1-3 November 2024.
Koordinator Lomba Baris Berbaris 2024 Dhela Muhammad Rizki menuturkan setidaknya ada 108 peleton yang turut berkompetisi. Terdiri dari 20 peleton SD, 17 peleton SMP putra, 26 peleton SMP putri, 20 peleton SMA putra, dan 26 peleton SMA putri. Kegiatan ini rutin digelar Dinas Dikpora Kota Jogja bersama PPI Kota Jogja setiap tahunnya. Ini menjadi kali pertama pelajar SD turut meramaikan Lomba Baris Berbaris Kota Jogja. Sebanyak 18 juri turut digandeng.
"Terdiri dari personel Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Lanal Kota Jogja, Kodim 0734 Jogja, Satuan Brimop Polda DIY, dan Polresta Jogja" ujarnya di Stadion Mandala Krida, Jumat (1/11/2024).
Dhela mengatakan, lewat kegiatan ini diharapkan dapat membangun suasana kompetisi yang kompetitif dan sportif dalam lingkup baris berbaris. Ini juga sebagai penyaluran minat dan bakat remaja khususnya di bidang baris berbaris.
Target dari Lomba Baris Berbaris ini adalah membentuk kader calon paskibraka sejak dini yang disiplin dan tangguh serta punya semangat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.
"Di sisi lain juga memberikan bekal dan melatih anggota PPI Kota Jogja untuk mengembangkan diri dalam berorganisasi dan bermasyarakat," katanya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Jogja Mugi Suyatno menuturkan Lomba Baris Berbaris menjadi kompetensi bergengsi yang diikuti oleh pelajar se-Kota Jogja.
BACA JUGA: Kelok 23 Bisa Jadi Berkah Wisata Gunungkidul, Ini 6 Hal yang Wajib Disiapkan
Terlebih, ini pertama kali siswa SD berpartisipasi dan diberi ruang untuk bisa mengikuti Lomba Baris Berbaris Kota Jogja. Mugi menuturkan kompetisi ini menjadi upaya Dinas Dikpora Kota Jogja dalam rangka melalukan kaderisasi calon paskibraka.
"Kami desain, kalau siswa SD sudah mengikuti nanti dia SMP sudah ingin ikut tonti lagi. SMA kelas 10, 11 mereka sudah siap jadi tontinya sekolah dan siap mengikuti seleksi paskibraka," katanya.
Kepala Disdikpora Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengapresiasi semangat para peserta. Menurutnya, kegiatan ini baik untuk membangun jiwa kekompakan, disiplin, hingga kerja keras.
Budi mengatakan masing-masing sekolah telah melakukan persiapan cukup lama. Ini menjadi bakat siswa Kota Jogja yang patut untuk dikembangkan. Nantinya, masing-masing pemenang mendapatkan piala bergilir yang akan diserahkan oleh Sekda Kota Jogja.
"Kalau sering kompetisi kan sekolah harus siap. Harapannya sekolah bisa menyiapkan kompetisi ini sejak dini. Tidak hanya dilihat pada saat lomba saja, tapi lihat, latihannya, kekompakannya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
BLT Kesra Rp900.000 belum diumumkan cair pada Juli 2026. Simak informasi terbaru, syarat penerima, dan cara cek status bansos secara online.
Lionel Scaloni mengakui Argentina kesulitan menghadapi Swiss sebelum menang 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste akan menghadapi Inggris.
BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau 2026 dan mengimbau warga mewaspadai fenomena bediding serta risiko ISPA hingga kebakaran.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.