Bulan Dana PMI Sleman Tembus Rp1,3 Miliar, Ini Peruntukannya
PMI Sleman berhasil menghimpun Rp1,3 miliar dari Bulan Dana 2026 untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menyampaikan bahwa keberadaan Kelok 23 Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung pariwisata di Bumi Handayani.
Kelok 23 yang terletak di perbukitan dengan jalur berkelok-kelok yang unik dan pemandangan alam memukau memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan berbeda.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan ada enam aspek penting yang menjadi dasar pengembangan pariwisata menindaklanjuti keberadaan Kelok 23.
Aspek pertama adalah infrastruktur dan aksesibilitas. Menurut Supriyanta perbaikan jalan dan penambahan fasilitas penunjang, seperti tempat beristirahat dan papan petunjuk, dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung. Aspek terakhir penting untuk memudahkan akses ke kawasan selatan dan menjamin keselamatan pengunjung di jalur berkelok.
Aspek kedua adalah promosi keindahan alam. Terang dia, strategi pemasaran yang menonjolkan keindahan alam Kelok 23 perlu dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan kolaborasi dengan influencer pariwisata. “Perlu juga menciptakan narasi unik atau branding untuk Kelok 23 sebagai jalur Instagrammable atau rute petualangan dapat menarik minat wisatawan lokal dan luar daerah,” kata Supriyanta dihubungi, Jumat (1/11/2024).
Supriyanta menambahkan pengembangan spot foto dan rest area menjadi aspek ketiga yang juga penting. Wisatawan yang cenderung mencari spot foto menarik perlu diberi fasilitas pembangunan spot unik dan aman.
BACA JUGA: JJLS Kelok 23 Bisa Beroperasi Lebaran 2025, TPR Pansela Bantul Bakal Dipindah dan Ditambah
Aspek keempat adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Masyarakat perlu Pemkab libatkan dalam pengelolaan pariwisata, seperti pemberian pelatihan menjadi pemandu wisata dan pembukaan tempat makan di sekitar Kelok 23. Dengan begitu, Pemkab dapat meningkatkan dan menggerakkan perekonomian sekitar.
Aspek kelima adalah paket wisata tematik. Paket wisata tematik seperti jelajah bukit, trekking, dan tour sejarah dan budaya dapat diintegrasikan dengan Kelok 23.
Aspek terakhir adalah keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan lingkungan yang baik, termasuk pengaturan jumlah pengunjung dan pelaksanaan program kebersihan, penting untuk menjaga keindahan alam agar tetap lestari dan dapat dinikmati dalam jangka panjang. “Pengembangan ini dapat membuat Kelok 23 menjadi destinasi pariwisata unggulan di Gunungkidul, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, serta mendukung sektor pariwisata DIY secara keseluruhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Sleman berhasil menghimpun Rp1,3 miliar dari Bulan Dana 2026 untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan.
BLT Kesra Rp900.000 belum diumumkan cair pada Juli 2026. Simak informasi terbaru, syarat penerima, dan cara cek status bansos secara online.
Lionel Scaloni mengakui Argentina kesulitan menghadapi Swiss sebelum menang 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste akan menghadapi Inggris.
BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau 2026 dan mengimbau warga mewaspadai fenomena bediding serta risiko ISPA hingga kebakaran.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.