10 Bulan, Kasus Diare di Jogja Tembus 15.086, Ngampilan Paling Padat
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Ilustrasi/pompa air untuk irigasi sawah.JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemutusan atau penghentian sementara aliran air di Daerah Irigasi (DI) Mlati–Krajan diperkirakan mundur dari yang semula pertengahan Juli 2025 menjadi awal Agustus 2025. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman masih menunggu kesepakatan lokasi sosialisasi dengan warga terdampak.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Arif Haryanto, mengatakan sosialisasi menjadi tahapan penting sebelum melakukan pemutusan aliran DI Mlati – Krajan. Dengan begitu, warga terdampak dapat mendapat kepastian informasi dan pemahaman.
BACA JUGA: Irigasi Mlati-Krajan Dimatikan untuk Perbaikan
“Tinggal sosialisasi saja sebenarnya. Karena ini sudah akhir bulan, kemungkinan perbaikan kami laksanakan awal Agustus 2025,” kata Arif dihubungi, Minggu (27/7/2025).
Menurut Arif, pemutusan sementara aliran air di DI Mlati – Krajan dilakukan selama tiga bulan. Praktis selama itu jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier akan mengering. Pemutusan ini menjadi bagian dari proses rehabilitasi DI tersebut.
Ia menambahkan, rehab tersebut merupakan usulan pagu usulan partisipasi masyarakat (PUPM) dari Kalurahan Sendangadi dan Kapanewon Mlati. Usulan itu berangkat dari kondisi hilir jaringan irigasi yang tidak mendapat aliran air.
Menurutnya, ketiadaan aturan pemanfaatan air irigasi untuk budidaya ikan menjadi sebab air dari hulu tidak mencapai hilir. Perlu ada aturan distribusi dan besaran debit air yang dialirkan untuk kolam-kolam ikan di sekitar DI Mlati – Krajan.
Arif mencatat ada sekitar tujuh kelompok pembudidaya ikan yang memiliki kolam di sepanjang 200 meter aliran air di DI Mlati – Krajan.
“Kami tentu perlu koordinasi waktu dan tempat dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air dan pihak kalurahan. Butuh waktu beberapa hari untuk mencapai kesepakatannya,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perikanan Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Wilyada Radianing, mengatakan pokdakan di sekiar DI Mlati – Krajan telah mengetahui rencana perbaikan DI tersebut dan dampaknya terhadap aliran air.
“DPUPKP sudah melakukan sosialisasi ke kalurahan dan mengundang pembudidaya ikan. Pembudidaya sudah tahu,” kata Wilyada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Penembakan dekat Stadion Bragg Memorial di Florida menyebabkan sejumlah korban. Polisi menyelidiki insiden dan jumlah korban belum dipastikan.
Veda Pratama menghormati pembatalan Moto3 Australia 2026 akibat cuaca buruk meski telah meraih pole position di Phillip Island.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.