Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Warga sipil Kamboja beristirahat di tempat penampungan sementara di Provinsi Oddar Meachey saat terjadi konflik antara Thailand dan Kamboja, Jumat (25/7/2025). ANTARA FOTO/REUTERS/Soveit Yarn/agr.
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia memiliki posisi paling strategis mendorong penyelesaian konflik militer antara Thailand dan Kamboja melalui mekanisme ASEAN. Hal ini diutarakan pakar studi ASEAN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Zain Maulana.
"Indonesia memiliki potensi terbesar untuk mendorong perdamaian dan penyelesaian masalah ini di level ASEAN," ujar Zain Maulana, Minggu (27/7/2025).
Ia menilai konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja merupakan dampak dari sengketa klaim wilayah yang tidak kunjung selesai.
Situasi tersebut, menurutnya, mirip dengan konflik Sipadan dan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia di masa lalu.
Namun, perbedaan mencolok terlihat dalam pendekatan penyelesaiannya sebab Indonesia dan Malaysia kala itu memilih jalur hukum dan membawa sengketa ke Mahkamah Internasional.
"Thailand dan Kamboja sudah lama tidak menunjukkan keinginan proaktif untuk menyelesaikan sengketa melalui mekanisme perundingan internasional," ujar Agung.
Zain mengatakan konflik militer antara Thailand dan Kamboja yang kembali memanas sejak Kamis (24/7) menjadi ujian besar bagi relevansi ASEAN sebagai organisasi kawasan. Dia menilai organisasi itu masih terhambat oleh sikap non-intervensi yang kaku.
"Ketika ada negara anggota yang mengalami persoalan dalam isu tersebut, ASEAN cenderung menunggu daripada proaktif mengambil langkah," ucap dia.
ASEAN, ujar Zain, baru akan bertindak lebih aktif manakala diminta langsung oleh negara yang bersengketa atau jika eskalasi konflik berdampak signifikan terhadap stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi kawasan.
Dalam konteks itu, Zain berpendapat bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral sekaligus posisi strategis mendorong keterlibatan ASEAN membantu menyelesaikan konflik itu.
"Walaupun Indonesia memiliki banyak 'mainan' baru di luar sana seperti BRICS dan lainnya, kasus ini semakin menunjukkan bahwa peran Indonesia di ASEAN tidak bisa ditinggalkan," ujarnya.
Zain meyakini pola diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang memiliki latar belakang pertahanan dan militer yang kuat akan menjadi menarik dalam menyikapi isu ini.
"Seharusnya ini menjadi pertaruhan. Bagaimana Prabowo menuntun atau terlibat dalam isu ini dengan menggunakan ASEAN," tutur dosen Hubungan Internasional UMY ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dan ditutup melemah di kisaran Rp17.940-Rp18.000 per dolar AS.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.