Kekeringan Gunungkidul Meluas, 83.757 Jiwa di 71 Kalurahan Terdampak
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Ilustrasi penyakit - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah setempat. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut.
Pemerintah daerah menilai langkah antisipasi perlu terus dilakukan karena kasus hantavirus sebelumnya telah terdeteksi di wilayah DIY sejak 2025 lalu. Upaya pencegahan kini difokuskan melalui edukasi kesehatan dan penguatan pola hidup bersih di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar, mengatakan sampai sekarang belum ada warga Gunungkidul yang terkonfirmasi terjangkit hantavirus.
“Penyakit ini masuk kategori zoonosis. Hingga sekarang, kasusnya masih nihil,” kata Wanda kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).
Wanda menjelaskan, hantavirus memiliki kemiripan dengan leptospirosis karena sama-sama berkaitan dengan hewan pengerat seperti tikus sebagai sumber penularan.
Meski demikian, hantavirus memiliki karakteristik serangan yang berbeda karena dapat menyerang dua organ vital manusia, yakni paru-paru dan ginjal.
Ia menyebut serangan pada paru-paru dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang ditandai sesak napas berat. Selain itu, virus juga dapat menyerang ginjal dan memicu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
“Partikel kecil virus yang terhirup manusia dapat menimbulkan gejala infeksi sehingga harus diwaspadai agar tidak terjadi penularan,” katanya.
Dinas Kesehatan Gunungkidul saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya hantavirus, potensi penyebaran, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah.
Menurut Wanda, edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami risiko penyakit sekaligus ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran virus.
“Edukasi ini menjadi hal penting dalam upaya pencegahan agar tidak terjadi penularan ke manusia,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan pihaknya terus menggencarkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) hingga tingkat kalurahan.
Program tersebut melibatkan kader kesehatan untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta rutin berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Saat kondisi tubuh vit, maka potensi akan terjangkit penyakit semakin berkurang. Selain berolahraga, asupan makanan juga harus dijaga,” katanya.
Di sisi lain, Ismono meminta masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar rumah agar tidak menjadi sarang tikus yang berpotensi menularkan berbagai penyakit menular.
“Kalau lokasinya tidak bersih bisa jadi sarang tikus. Makannya harus dijaga kebersihannya sebagai upaya mengurangi risiko penyebaran penyakit mulai dari DBD, leptospirosis hingga ancaman hantavirus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Apple akan mengubah aturan ATT di iPhone dan iPad setelah regulator Jerman menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan aplikasi pihak ketiga.
Ibu hamil boleh naik pesawat, tetapi ada syarat dan risiko yang perlu diperhatikan. Simak waktu terbaik dan tips aman terbang saat hamil.
Foto terhapus permanen di HP Android atau iPhone masih bisa dipulihkan. Simak 5 cara mengembalikan foto hilang dengan mudah dan aman.
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit mengungkap masalah serius saat tur Eropa. Konser di Irlandia dan Inggris batal akibat dugaan kelalaian promotor.
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, turun Rp18.000. Cek harga jual dan buyback semua ukuran.