Jadi Wabup Klaten, Linda Benny Tegaskan Pesan Kerja, Kerja, Kerja
Linda Benny resmi dilantik menjadi Wabup Klaten untuk sisa masa jabatan 2025-2030 dan berkomitmen melanjutkan pembangunan bersama Bupati Hamenang.
Warga sipil Kamboja beristirahat di tempat penampungan sementara di Provinsi Oddar Meachey saat terjadi konflik antara Thailand dan Kamboja, Jumat (25/7/2025). ANTARA FOTO/REUTERS/Soveit Yarn/agr.
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia memiliki posisi paling strategis mendorong penyelesaian konflik militer antara Thailand dan Kamboja melalui mekanisme ASEAN. Hal ini diutarakan pakar studi ASEAN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Zain Maulana.
"Indonesia memiliki potensi terbesar untuk mendorong perdamaian dan penyelesaian masalah ini di level ASEAN," ujar Zain Maulana, Minggu (27/7/2025).
Ia menilai konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja merupakan dampak dari sengketa klaim wilayah yang tidak kunjung selesai.
Situasi tersebut, menurutnya, mirip dengan konflik Sipadan dan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia di masa lalu.
Namun, perbedaan mencolok terlihat dalam pendekatan penyelesaiannya sebab Indonesia dan Malaysia kala itu memilih jalur hukum dan membawa sengketa ke Mahkamah Internasional.
"Thailand dan Kamboja sudah lama tidak menunjukkan keinginan proaktif untuk menyelesaikan sengketa melalui mekanisme perundingan internasional," ujar Agung.
Zain mengatakan konflik militer antara Thailand dan Kamboja yang kembali memanas sejak Kamis (24/7) menjadi ujian besar bagi relevansi ASEAN sebagai organisasi kawasan. Dia menilai organisasi itu masih terhambat oleh sikap non-intervensi yang kaku.
"Ketika ada negara anggota yang mengalami persoalan dalam isu tersebut, ASEAN cenderung menunggu daripada proaktif mengambil langkah," ucap dia.
ASEAN, ujar Zain, baru akan bertindak lebih aktif manakala diminta langsung oleh negara yang bersengketa atau jika eskalasi konflik berdampak signifikan terhadap stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi kawasan.
Dalam konteks itu, Zain berpendapat bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral sekaligus posisi strategis mendorong keterlibatan ASEAN membantu menyelesaikan konflik itu.
"Walaupun Indonesia memiliki banyak 'mainan' baru di luar sana seperti BRICS dan lainnya, kasus ini semakin menunjukkan bahwa peran Indonesia di ASEAN tidak bisa ditinggalkan," ujarnya.
Zain meyakini pola diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang memiliki latar belakang pertahanan dan militer yang kuat akan menjadi menarik dalam menyikapi isu ini.
"Seharusnya ini menjadi pertaruhan. Bagaimana Prabowo menuntun atau terlibat dalam isu ini dengan menggunakan ASEAN," tutur dosen Hubungan Internasional UMY ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Linda Benny resmi dilantik menjadi Wabup Klaten untuk sisa masa jabatan 2025-2030 dan berkomitmen melanjutkan pembangunan bersama Bupati Hamenang.
Simak sinopsis Insidious: Out of the Further, film horor tentang Gemma yang bisa memasuki The Further dan membawa makhluk gaib ke dunia nyata.
Sleman masih kekurangan 83.726 lampu jalan. Anggaran pembangunan APJ direncanakan naik menjadi Rp30,6 miliar pada 2027.
Pegadaian meraih peringkat kedelapan dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 sebagai salah satu BUMN dengan layanan terbaik berkat transformasi digital dan p
MAMA Awards 2026 mengumumkan 12 penampil pertama. ENHYPEN, BABYMONSTER, LE SSERAFIM, dan Nayeon TWICE dijadwalkan tampil di Osaka pada 20–21 November.
Film Empat Musim Pertiwi digarap sejak 2017. Karya Kamila Andini ini mengangkat isu kekerasan seksual dan mewakili Indonesia di Oscar 2027.