Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi hujan deras masih akan terjadi di wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan. Untuk itu, masyarakat dimintai mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, banjir, maupun tanah longsor.
Kepala Stasiun Meteorologi, BMKG DIY, Warjono mengatakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi adanya pola konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar wilayah Jawa sehingga menambah daya dukung pertumbuhan awan konvektif.
Suhu muka laut Samudera Hindia di Selatan Jawa terpantau hangat yakni antara 29–30 derajat Celcius, serta terjadi anomali suhu muka laut terpantau hangat sebesar 1–1,5 derajat Celcius sehingga terjadi potensi penguapan yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Hasil analisis terkini profil vertikal kelembapan udara pada 1 November 2024 pukul 07.00 WIB di wilayah DIY pada ketinggian 1.5–3.0 km (level 850-700 mb) sebesar 70%–95% (basah) sehingga mendukung pertumbuhan awan di sebagian wilayah DIY. “Dengan pertimbangan ini maka potensi hujan di wilayah DIY tinggi,” kata Jojo, sapaan akrabnya, Minggu (3/11/2024).
BACA JUGA: Prakiraan BMKG Minggu 3 November 2024: Cuaca DIY Hujan Ringan
Dia menjelaskan, pada Senin (4/11/2024) ada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Lokasi hujan terjadi di Kota Jogja, Sleman, Gunungkidul bagian utara, Kulonprogo bagian utara dan Bantul bagian utara. “Untuk Selasa [5/11/2024] juga masih ada potensi hujan sedang lebat disertai dengan angin kencang dan kilat di Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo bagian utara, Gunungkidul utara dan Bantul utara,” ujar dia.
Jojo mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspada terhadap potensi hujan yang disertai kilat dan angin kencang. Fenomena ini bisa memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir maupun tanah longsor. “Potensi bencana harus diwaspadai agar dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan musim hujan sudah masuk di wilayah Sleman. Hal ini ditandai adanya hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.
Di awal musim hujan ini, lanjut dia, banyak disertai dengan angin kencang sehingga butuh kewaspadaan karena berpotensi mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu, sebagai bentuk dari mitigasi bencana di awal penghujan, Makwan meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati.
Selain itu, juga ada imbauan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang telah rindang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko adanya pohon tumbang. “Dahan-dahan yang telah lapuk juga dipotong. Selain itu, saluran air juga dibersihkan agar tidak memicu terjadinya genangan air saat hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.
MotoGP berencana terapkan aturan satu motor mulai 2027 demi efisiensi biaya. Simak dampaknya terhadap strategi balap dan nasib prosedur flag-to-flag.