Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Ilustrasi ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN)./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman mencatat ada 301 pendaftar CPNS yang tidak hadir dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tes ini berlangsung mulai 26 Oktober hingga 2 November 2024 di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) di Kota Jogja.
Kepala BKPP Sleman, Budi Pramono mengatakan, SKD CPNS 2024 berjalan lancar sehingga tes bisa terselesaikan dengan baik. Meski demikian, ia tidak menampik ada peserta yang tidak mengikuti tes ini.
Dia mencatat seharusnya ada 5.020 peserta yang mengikuti tes di BLTP di Kota Jogja. Hanya saja saat tes berlangsung, ada 301 peserta yang tidak hadir didalam tes tersebut.
“Kami tidak tahu alasannya kenapa karena memang saat jadwal ujian berlangsung mereka tidak datang,” katanya, Senin (4/11/2024).
Ketidakhadiran didalam SKD CPNS 2024, maka ratusan peserta ini dinyatakan gugur sehingga tidak bisa mengikuti tahapan tes selanjutnya.
BACA JUGA: IPhone 16 Dilarang Dijual di Indonesia, Apple Minta Bertemu Kemenperin
“Yang tidak datang jelas tidak bisa mengikuti tahapan tes berikutnya. Wong yang ikut tes saja belum tentu lolos. Otomatis tidak bisa mengikuti tahapan tes selanjutnya,” ungkapnya.
Menurut Pramono, jumlah pelamar yang akan tersisih masih bisa bertambah. Pasalnya, untuk bisa mengikuti ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) beserta harus lolos passing grade dengan menduduki tiga peringat terbaik di setiap formasinya.
“Itu sudah aturannya. Misalnya di satu formasi ada sembilan peserta yang lolos passing grade, maka tidak semua lolos untuk SKB. Tapi, hanya diambil tingga dengan nilai tertinggi sehingga jumlah peserta yang gugur di SKD masih akan bertambah,” katanya.
Disinggung mengenai pengumuman yang dinyatakan lolos SKD, Pramono menyerahkan sepenuhnya ke panitia seleksi nasional. “Sudah ada tahapannya dan kalau hasil sudah keluar, pasti akan kami umumkan secara terbuka,” katanya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan tahun ini ada rekrutmen CPNS sebanyak 147 formasi. Jumlah itu terdiri dari kuota lulusan terbaik sebanyak lima formasi, kuota disabilitas tiga formasi dan sisanya formasi umum sebanyak 139 formasi.
Untuk rekrutmen CPNS tahun ini sudah ada tahapannya mulai dari pengumuman, pendaftaran, pelaksanaan tes hingga penerimaan hingga pengangkatan. Setelah lolos verifikasi administrasi, peserta berhak mengikuti SKD.
Selain itu, peserta rekrutmen juga wajib mengikuti seleksi kompetensi bidang yang akan diselenggarakan pada 9-20 Desember 2024. “Rencananya hasil CPNS diumumkan antara rentang waktu 5-12 Januari 2025. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman