Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Skuad PSS Sleman sebelum laga uji tanding kontra Persiba Bantul, Sabtu (9/11/2024)./Istimewa-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Tak ingin berleha-leha, PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional untuk menggelar uji tanding melawan Persiba Bantul.
Laga yang berkesudahan dengan skor 2-0 untuk kemenangan Super Elja ini digunakan Pelatih Kepala PSS Sleman, Mazola Junior untuk melihat perkembangan para pemain yang masih kurang menit bermain.
Laga uji tanding yang berlangsung di Lapangan Pakembinangun, Sleman tersebut berhasil dimenangkan oleh PSS Sleman dengan skor 2-0.
Kemenangan Super Elja disumbang oleh gol Leonard Tupamahu pada menit ke-5 dan tendangan keras Chang Ji Moon pada menit ke-50 pertandingan.
Dalam uji tanding ini, Pelatih Kepala PSS, Mazola Junior menurunkan para penggawa yang belum pernah bermain dan pemain yang punya menit bermain kurang di BRI Liga 1 2024/25.
Langkah menurunkan para pemain dengan menit bermain kurang ini bagi Mazola sangat berguna bagi tim pelatih. Khususnya untuk melihat para pemain muda bermain dengan menit bermain yang lebih banyak. "Mengenai uji tanding hari ini, laga ini bagus buat tim PSS. Kami tim pelatih bisa melihat banyak waktu bermain para pemain muda di tim ini," kata Mazola pada Sabtu (9/11/2024).
BACA JUGA: PSS Fokus Genjot Kondisi Fisik Pemain di Jeda Internasional
Sekalipun berstatus laga uji tanding, Mazola dapat menyaksikan penampilan para pemain yang masih kurang menit bermain. "Walaupun level dari pertandingan ini uji tanding, saya dapat melihat secara langsung bagaimana mereka bermain dengan jumlah menit yang banyak," imbuhnya.
Selain itu meski memainkan komposisi pemain yang didominasi para pemain muda yang minim jam terbang, mereka tak luput dari instruksi Mazola dari pinggir lapangan. Mazola sangat aktif memberikan instruksi di pinggir lapangan.
Instruksi yang diberikan Mazola semata-mata dilakukan untuk memastikan jalannya pertandingan sesuai dengan game plan yang sudah direncanakan.
"Menurut saya, kohesi itu perlu bagi para pemain dan itu perlu agar jalannya pertandingan sesuai dengan game plan yang sudah dibuat tim pelatih untuk semua pemain. Jadi, ini tidak terbatas satu atau dua pemain di sebuah pertandingan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.