BTS Konser di Jakarta Desember 2026, Harga Tiket dan Jadwal Resminya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Calon Bupati Sleman nomor urut 2 yang maju di Pilkada Sleman 2024, Harda Kiswaya, bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (PP) Wahid Hasyim, Depok, pada Rabu (20/11/2024) malam. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Calon Bupati Sleman nomor urut 2 yang maju di Pilkada Sleman 2024, Harda Kiswaya, bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (PP) Wahid Hasyim, Depok, pada Rabu (20/11/2024) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Harda hadir bersama pasangannya Danag Maharsa. Keduanya menerima berbagai masukan mengenai pembangunan Sleman apabila keduanya terpilih dalam Pilkada Sleman 2024 mendatang.
BACA JUGA: Bawaslu Sleman Ajak Semua Pihak Menjaga Situasi Kondusif Menjelang Pilkada
Harda menyatakan kolaborasi antara Pemkab dengan Nahdlatul Ulama (NU) ataupun pesantren banyak yang bisa dilakukan. Baginya, sebagai organisasi masyarakat (Ormas) NU sudah melakukan sebagian tanggungjawab negara. NU, kata Harda, misalnya mampu menyelesaikan salah satu misinya di bidang pendidikan.
"Dari level pendidikan terendah hingga Perguruan Tinggi. Di Jogja, sekarsng ada universitas NU (UNU) Jogja. Tinggal nanti bangun rumah sakit. Inilah sebagian besar tanggungjawab negara yang bisa dilakukan NU," kata Harda.
Dia berharap kelak, hubungan yang harmonis antara Pemkab dengan NU bisa terus terjalin dengan baik. Kuncinya, kata Harda, terletak pada komunikasi dua arah agar kolaborasi nantinya bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, Pemkab harus hadir jika ada masalah-masalah yang timbul di masyarakat.
"Saya ingin ke depan, NU juga berperan aktif dalam membangun Sleman. Kita bisa saling silaturrahmi, saling memberikan masukan. Kalau ada kesulitan bisa saling sharing," katanya.
Harda juga berjanji akan mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pesantren di Sleman agar segera disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Mudah-mudahan saya diberi amanah memimpin Sleman, sehingga Raperda Pesantren ini bisa segera menjadi Perda,” ucap Harda.
Harda menambahkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan partai-partai pengusung untuk menyelesaikan Raperda tersebut. Raperda ini bertujuan sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung pesantren, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang dapat dianggarkan melalui APBD sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu).
Pengasuh Ponpes Wahid Hasyim KH. Jalal Suyuti berharap agar Harda Kiswaya mampu menjalin komunikasi yang lebih baik dengan kalangan ulama jika kelak dipercaya memimpin Sleman. Dia berharap agar Harda-Danang juga dapat memajukan kehidupan pesantren di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Kemenhaj memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan siap diberangkatkan ke Arafah secara bertahap.