Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Logo PAN/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Sepekan jelang hari coblosan Pilkada Sleman 2024, beredar kabar ratusan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Sleman membelot lantaran mendukung pasangan calon nomor dua, Harda Kiswaya-Danang Maharsa. DPD PAN Sleman menegaskan bahwa PAN Sleman tetap solid mendukung Kustini Sri Purnomo-Sukamto untuk memenangkan gelaran Pilkada 2024.
Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo menampik adanya ratusan kader partai yang membelot untuk mendukung pasangan calon nomor dua, Harda Kiswaya-Danang Maharsa. “Itu bukan kader kami,” kata Inoki, Kamis (21/11/2024).
Meski demikian, dia tidak membantah bawah salah seorang peserta deklarasi pernah menjadi anggota DPRD 2014-2019 dari PAN atas nama Aris Suranto. Hanya saja, Inoki menggarisbawahi bahwa yang bersangkutan bukan lagi kader dikarenakan sudah keluar dari kepartaian sejak lama. “Mas Aris sudah lama pindah dan tidak lagi di PAN. Malahan di Pileg 2024, yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Sleman lewat PPP. Jadi, dia bukan kader PAN,” kata Inoki.
Dia menegaskan, seluruh kader, sukarelawan dan organisasi sayap yang dimiliki PAN solid mendukung upaya pemenangan Kustini-Sukamto. Dirinya pun optimistis, meski tidak banyak diusung oleh partai di parlemen, namun jago yang diusung bisa memenangkan pilkada. “Internal kami sangat solid memenangkan Kustini-Sukamto. Bahkan, juga ada dukungan dari sejumlah kader dari partai lain untuk memuluskan kemenangan pasangan nomor satu,” ucap dia.
BACA JUGA: Kampanye Akbar di Pilkada Sleman, Paslon Boleh Berikan Hadiah Barang Maksimal Senilai Rp1 Juta
Rasa optimisme bisa memenangkan pilkada, sambung dia, bukan ditentukan oleh seberapa banyak partai yang mengusun. Tetapi, sambung dia, kemenangan semuanya ditentukan oleh hak pilih masyarakat sehingga di pemilihan pada 27 November mendatang, calon yang didukung akan tampil sebagai bupati dan wakil bupati Sleman untuk periode 2025-2030. “Saat coblosan [27 November 2024] akan menjadi sejarah di Sleman, bahwa rakyatlah penentu. Makanya, kami berkoalisi dengan rakyat, berjuang bersama rakyat yang merupakan wujud politik sebagai jalan yang mulia,” katanya.
Di beberapa kesempatan, Calon Bupati Kustini Sri Purnomo mengaku tidak gentar harus melawan calon yang diusung dari gabungan koalisi parpol yang besar. Dia mengaku siap berkoalisi dengan rakyat untuk melanjutkan pembangunan yang sudah terlaksana di Bumi Sembada. “Di pilkada, kami berkoalisasi dengan rakyat. Yakni untuk mewujudkan konsep Sesarengan Mbangun Sleman. Kami sudah banyak mendapat dukungan sehingga upaya mewujudkan kemenangan jadi semakin nyata,” kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.