Indonesia Imbang dengan Malaysia, Begini Skenario ke Final
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Bantul masih minim. Padahal, produksi ikan di Bumi Projotamansari tidak kalah dibandingkan kabupaten lain di DIY.
Oleh karena itu, DKP Bantul saat ini terus melakukan berbagai upaya agar tingkat konsumsi ikan di Bantul meningkat.
Kepala DKP Bantul, Istriyani mengungkapkan saat ini angka konsumsi ikan di Bantul masih sekitar 31,9 kilogram per orang per tahun. Angka konsumsi ikan ini, kata dia, masih di bawah rata-rata minimal konsumsi ikan di DIY, yakni 34 kilogram per orang dalam setahun.
"Sementara untuk Sleman saja, angka konsumsi ikannya bisa mencapai 38 kilogram per orang per tahun. Sedangkan Kota Jogja, angka konsumsi ikannya mencapai 36 kilogram per orang per tahun," katanya, Jumat (22/11/2024).
Padahal, ungkap Istriyani, produksi ikan di Bantul tidak kalah dibandingkan Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Oleh karena itu, dia menduga rendahnya angka konsumsi ikan di Bantul tidak lepas dari budaya mengonsumsi ikan di masyarakat Bumi Projotamansari yang tidak lebih tinggi dibandingkan Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. "Untuk itu, kami berupaya agar minat warga untuk mengonsumsi ikan meningkat. Kami berusaha masuk ke sekolah, dan mendorong setiap hantaran makanan selalu ada ikan," ujar dia.
BACA JUGA: Jauh di Bawah Rata-rata Nasional, Pemkot Jogja Terus Dorong Konsumsi Ikan
Di sisi lain, Istriyani mengakui jika produksi ikan tangkap dan budidaya di Kabupaten Bantul masih paling banyak banyak didatangkan dari luar Kabupaten Bantul. Pasalnya, dari total produksi ikan tangkap dan budidaya yang mencapai 14.000 ton, 850 ton di antaranya adalah ikan tangkap.
Untuk itu, DKP Bantul telah berusaha meningkatkan produksi ikan budidaya di wilayahnya baik melalui ektensifikasi dan intensifikasi.
Intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan jumlah kolam, sedangkan ekstensifikasi dilakukan dengan penambahan orang yang terlibat dalam pembudidayaan ikan.
Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Adi Bayu Kristanto mengungkapkan peningkatan konsumsi ikan sangat penting. Karena Bantul memiliki potensi yang besar karena punya potensi perikanan. "Untuk itu kami mengajak warga untuk membiasakan mengonsumsi ikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.