Eko Suwanto Desak Pemda DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Bawaslu Kota Jogja menggelar Apel Siaga Pengawasan Masa Tenang, di gedung pertemuan STPMD APMD Jogja, Jumat (22/11/2024)./Lugas Subarkah
JOGJA—Bawaslu Kota Jogja menyiagakan sleuruh petugas di kecamatan, kelurahan hingga pengawas TPS dalam Apel Siaga Apel Siaga Pengawasan Masa Tenang, di Gedung Pertemuan STPMD APMD, Jumat (22/11/2024).
Ketua Bawaslu Kota Jogja, Andie Kartala menjelaskan apel ini sebagai bentuk konsolidasi dan koordinasi untuk mengantisipasi kerawanan yang berpotensi terjadi dalam masa tenang. “Di masa tenang ini banyak potensi dugaan pelanggaran yang bisa terjadi,” ujarnya.
Salah satu kerawanan yang cukup tinggi potensinya di masa tenang yakni politik uang. Ia berharap tidak terjadi pelanggaran politik uang, namun juga mengupayakan pencegahan dengna patroli politik uang yang dilakukan oleh semua petugas pengawas.
“Kami mengantisipasinya dengan patroli pengawasan. Semua pengawas pemilu di masa tenang akan melakukan patroli baik di lingkungan TPS, kecamatan dan kelurahan secara bergantian. Sehingga ini meminimalkan pergerakan politik uang di wilayah,” kata dia.
Apel siaga ini diikuti oleh 651 PTPS, 45 Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dan 42 Panwaslucam. Ia berpesan kepada seluruh petugas pengawas agar benar-benar melaksanakan sumpah-janjinya pada saat pelantikan untuk menjunjung tinggi integeritas dan netralitas. “Netralitas dan integeritas itu kunci dari pemilu yang bermartabat,” ungkapnya.
Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, menuturkan strategi pengawasan yang diterapkan yakni menekankan pada aspek pencegahan. “Pengawas perlu memprioritaskan mencegah pelanggaran agar bisa menyelamatkan pemilihan Kota Jogja,” katanya.
Setelah masa tenang, para pengawas akan menghadapi tahapan pungut-hitung yang menjadi jantungnya pemilu. “Pengawas perlu menyiapkan diri sebagai pengawas handal, paham regulasi, menilai benar-salahnya proses pungut-hitung,” paparnya.
PJ Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Jogja, Nindyo Dewanto, mengatakan apel siaga ini merupakan momentum yang sangat penting untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan kita dalam mengawal salah satu tahapan krusial dalam pesta demokrasi, yaitu masa tenang, pemungutan suara, dan perhitungan suara.
“Pemilukada [Pilkada] ini tidak hanya menjadi sarana untuk memilih pemimpin, tetapi juga wujud nyata dari partisipasi rakyat dalam membangun masa depan Kota Jogja. Oleh karena itu, menjaga integritas dan kredibilitas Pemilukada menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Pesawat wisata Cessna Grand Caravan jatuh di dekat Nazca Lines, Peru, menewaskan 13 orang. Otoritas masih menyelidiki penyebab kecelakaan.
Ekonom Core Indonesia menilai kenaikan IKI menjadi 53,10 pada Juli 2026 belum cukup menjadi tanda pemulihan sektor manufaktur nasional.
Ban berpola asimetrik diklaim mampu meredam kebisingan tanpa mengurangi performa SUV, sekaligus tetap andal di berbagai kondisi jalan.
IKN akan menjadi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR dengan target penanaman 1.100 hektare hingga 2027.
Kadin memfokuskan kontribusi pada konsumsi, investasi swasta, dan ekspor yang menopang 92 persen PDB Indonesia, menurut Anindya Bakrie.