Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo saat foto bersama dengan Bakal Calon Wakil Bupati Sukamto di Kantor KPU Sleman. Kamis (29/8/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN–Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024, berbagai upaya dilakukan oleh sejumlah pihak untuk memengaruhi jalannya demokrasi di Kabupaten Sleman.
"Relawan Bolone Mase, sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kelangsungan demokrasi, merasa terpanggil untuk meluruskan informasi yang beredar, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan memperkuat dukungan kepada pasangan calon (Kusuka) Kustini - Sukamto," kata Ketua Bolone Mase, Miftah didampingi Jono dan Eta, Sabtu (23/11/2024).
“Kami mengapresiasi keputusan MK yang telah memberikan ruang bagi Ibu Kustini untuk tetap maju dalam Pilkada, meskipun ada upaya dari pihak tertentu yang mencoba memborong dukungan partai politik di DPRD Sleman,” ujarnya.
Pihaknya menilai adanya narasi yang mencoba memojokkan keluarga Kustini dengan isu-isu hukum, khususnya dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor). Hal itu, katanya, merupakan upaya yang patut diduga sebagai bentuk penggiringan opini untuk melemahkan elektabilitas Kustini-Sukamto. "Setidaknya kami memiliki tiga alasan mengapa kami teguh mendukung Paslon Kustini - Sukamto," katanya.
Pertama, kata Miftah, keberhasilan Kustini melewati tantangan politik yang tidak adil. Dia pun mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memberikan ruang bagi Kustini untuk tetap maju dalam Pilkada, meskipun ada upaya dari pihak tertentu yang mencoba memborong dukungan partai politik di DPRD Sleman.
"Keputusan MK ini menunjukkan bahwa keadilan tetap berjalan, memberikan masyarakat kesempatan untuk memilih pemimpin yang benar-benar memiliki rekam jejak keberpihakan kepada rakyat," katanya.
Alasan kedua, lanjut Miftah, adalah isu Tipikor terhadap Kustini merupakan bentuk penggiringan opini publik. Pemanggilan seorang pejabat dinas yang dikaitkan dengan keluarga Ibu Kustini oleh Aparat Penegak Hukum (APH) merupakan bagian dari proses check and balance yang selalu dijaga oleh Kustini selama menjabat.
"Namun, isu ini telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membangun opini negatif di masyarakat. Kami percaya masyarakat Sleman semakin cerdas dan mampu membedakan fakta dari sekadar fitnah atau manipulasi opini demi kepentingan politik," ujarnya.
Hal ketiga, sambungnya, Bolone Mase menolak adanya oligarki di Sleman dan mendukung penuh demokrasi. Artinya, kata Miftah, relawan Bolone Mase berkomitmen mencegah berkuasanya pemimpin yang didukung oleh oligarki investor.
"Kami khawatir hal ini dapat mematikan prinsip demokrasi, termasuk hilangnya fungsi pengawasan terhadap kekuasaan. Paslon Kustini - Sukamto telah menunjukkan keberpihakan mereka kepada rakyat dengan program-program yang pro-masyarakat, bukan kepada kepentingan segelintir elit," katanya.
Dia pun berharap seluruh masyarakat di Sleman untuk bersama-sama menjaga demokrasi dan memberikan dukungan kepada Paslon Kustini - Sukamto. "Tujuannya, demi terwujudnya Sleman yang adil, transparan, dan sejahtera. Mari kita lawan segala bentuk manipulasi, fitnah, dan upaya yang mencederai proses demokrasi," katanya.
"Sebagai warga Sleman sendiri kami dari Relawan Bolone Mase melihat tercapainya program-program meskipun dalam durasi waktu yang hanya 3,5 tahun. Kepemimpinan beliau ini perlu dilanjutkan lagi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.