Profil Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Kariernya, Wafat di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Ketua Bawaslu DIY Muhammad Najib. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mengungkap adanya penurunan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 dibandingkan Pemilihan Legislatif dan Pilpres 2024 lalu. Penurunan partisipasi itu terungkap dari hasil pengawasan dengan menyasar sejumlah TPS di seluruh DIY.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu DIY Sutrisnowati mengatakan secara umum pelaksanaan Pilkada serentak di wilayah DIY berjalan lancar. Meski demikian timnya menemukan adanya penurunan partisipasi masyarakat dalam memberikan suara di TPS. Ia mencontohkan di salah satu TPS di Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan jumlah DPT 600 warga, akan tetapi tersisa lebih dari 100 surat suara. Hal itu juga ditemukan di beberapa TPS yang menjadi sasaran pengambilan sampel pengawasan tim Bawaslu.
BACA JUGA : Ganjar Pranowo Bicara Soal Pilkada Jateng dan DKI Jakarta
"Berdasarkan pengawasan kami, partisipasi pemilih di beberapa kecamatan itu mengalami penurunan. Misalnya kami pantau di TPS Kasihan, termasuk TPS gemuk tetapi tidak menjamin angka partisipasi masyarakat ini menjadi naik, ini terjadi di beberapa TPS lain," katanya, Rabu (27/11/2024).
Ketua Bawaslu DIY Muhammad Najib menambahkan ada banyak faktor penyebab penurunan partisipasi pemilih Pilkada 2024 dibandingkan Pemilihan Legislatif maupun Pilkada sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Pileg dan Pilpres, saat itu memungkinkan KTP dari luar DIY mencoblos di wilayah DIY sehingga menambah angka partisipasi. Namun di Pilkada hal itu tentu tidak bisa diterapkan.
Selain itu, mesin penggerak ketika Pileg dan Pilpres sangat banyak dan masif sehingga mampu mendorong dan menjadi daya dukung bagi masyarakat untuk datang ke TPS. Selanjutnya kondisi geografis lokasi TPS di beberapa wilayah seperti Gunungkidul dan Sleman timur juga berkontribusi terhadap menurunnya tingkat partisipasi pemilih.
"Kemudian ada faktor lain yang memungkinkan menjadi penyebab penurunan partisipasi pemilih. Yaitu beberapa kalangan masyarakat tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang sosok calon di wilayahnya, atau mereka tidak menemukan sosok yang menurutnya ideal [sehingga memilih tidak datang ke TPS]," katanya.
BACA JUGA : Perhatian! Trans Jogja Ubah Jam Operasional pada Hari Pencoblosan Pilkada 2024
Meski demikian, Najib belum dapat memastikan angka penurunan partisipasi pemilih tersebut karena saat ini masih dalam proses penghitungan. Adapun data penurunan pemilih itu ia dapatkan dari sampel ke TPS ketika tim Bawaslu melakukan pengawasan.
"Sebenarnya di Jogja ini pernah terjadi menurunnya angka partisipasi pemilih ketika Pilkada setelah gempa 2006, saat itu penurunannya sangat drastis bahkan di Kota Jogja saat itu partisipasinya hanya 52 persen. Tetapi tentu tidak bisa dijadikan parameter Pilkada saat ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.