Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Para praktisi bidang perfilman dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri event Alternativa Film Awards & Festival 2024 di Gelanggang Inovasi & Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) pada Jumat (29/11/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Para praktisi bidang perfilman dari berbagai negara dijadwalkan menghadiri event Alternativa Film Awards & Festival 2024 di Gelanggang Inovasi & Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) pada Jumat (29/11/2024).
CEO GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini menilai digelarnya event tersebut menjadi komitmen GIK UGM dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi perfilman, khususnya mendukung sineas lokal. Event tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya bakat baru di bidang industri kreatif sehingga tercipta ekosistem yang berdampak positif bagi pelaku industri film, baik di tingkat lokal maupun global.
BACA JUGA : Lewat Film, KPU DIY Ajak Masyarakat untuk Tidak Golput di Pilada 2024
"Event Alternativa Film Awards & Festival menjadi manifestasi nyata dari kami untuk mendukung dunia sinema, serta menjadi platform internasional yang menyatukan para sineas dari berbagai belahan dunia," katanya Kamis (28/11/2024).
Pada Alternativa Film Awards & Festival 2024 mencakup 25 film terdiri dari 13 film panjang dan 12 film pendek yang dikirimkan dari 15 negara Asia. Film-film ini telah dikurasi dari total 1.043 film, 33 negara, dan 680 eligible film. Adapun negara yang berpartisipasi diantaranya yaitu Vietnam, India, Thailand, dan Kamboja.
Film-film ini dikurasi oleh juri internasional seperti Anand Gandhi, Kamila Andini, Steffi Niederzoll, Carol Misorelli, Asmara Abigail, Katerina Suvorova, dan Amir Masoud Soheili. Mengangkat tema ketidaksetaraan gender, kekerasan dan pelecehan, hak anak-anak dan remaja, hidup dengan disabilitas hinggapolitik.
BACA JUGA : InDrive Dorong Perubahan Sosial lewat Festival Film Alternativa
Chief of Program GIK UGM sekaligus Sutradara Film Garin Nugroho menyatakan Jogja bukan hanya lokasi festival bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga ruang kreativitas bagi filmmaker dari seluruh dunia. Terselenggaranya Alternativa Film Awards & Festival di Kota Jogja menambah nilai lebih bagi kota Jogja yang telah lama dikenal sebagai kota film.
"Festival ini tidak hanya menayangkan film, tetapi juga menyelenggarakan diskusi memberikan ruang bagi penonton untuk menyelami visi dan keunikan setiap film. Ini bertujuan untuk menawarkan perspektif baru tentang bagaimana film alternatif dapat berkontribusi pada masyarakat dan memperkaya ruang budaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Qualcomm naikkan harga chip mulai September 2026. Dampaknya, harga HP flagship Samsung, laptop, dan gawai pintar dipastikan ikut melonjak.
Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga pengganti definitif d
Mercedes terancam dilarang jual di AS karena kepemilikan saham China di atas 20%. RUU Senat batasi 15%, namun sinyal tak akan larang merek ini.
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.
HP penuh karena WhatsApp? Tenang! Ikuti 4 trik mudah ini untuk mengatur penyimpanan WA, mulai dari nonaktifkan unduh otomatis hingga aktifkan pesan menghilang.