iOS 27 Rilis: iPhone 11 Dapat, tapi Tak Semua Fitur AI
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menargetkan pada 2025, luasan padi yang berhasil panen mampu menembus di atas 30.000 hektare. Hal ini didasarkan kepada adanya mundurnya masa tanam di akhir 2024 yang baru bisa dimulai di awal 2025.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan, adanya mundur masa tanam yang seharusnya bisa dilakukan di akhir 2024 karena faktor cuaca membuat masa tanam mundur menjadi awal 2025. Meski demikian, pihaknya optimistis.
"Kami berharap semoga 2025 nanti bisa tembus 30 ribu hektare tanam padi," katanya, Senin (2/12/2024).
Menurut Joko, luasan panen padi pada 2024, sejauh ini hampir sama dengan 2023. Di mana target luas panen di 2024 mencapai 29.000 hektare. Sehingga di sisa 2024, Joko menyatakan produksi padi di Bantul sama seperti 2023 silam, di mana ada surplus beras 50.000 ton.
"Ini didasarkan kepada jumlah penduduk yang mencapai 1.070.000. dengan asumsi segitu, kami yakin bisa surplus 50.000 ton beras," ungkapnya.
Sementara disinggung mengenai produktivitas komoditas selain beras, Joko mengakui di 2024, untuk komoditas kedelai minus dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada.
BACA JUGA: Tempe Baik untuk Jantung, Perhatikan Cara Mengolahnya
"Ini disebabkan, daya tumbuh kedelai dan harga jualnya yang tidak baik. Hal sama juga dialami oleh cabai yang saat ini harganya turun, ini semua dipengaruhi oleh faktor ekonomi terkait dengan supplay dan demand," jelasnya.
Lurah Selopamioro, Imogiri, Sugeng mengungkapkan, karena hujan belum merata, beberapa waktu lalu banyak petani di wilayahnya belum menanam padi. Mereka masih mengandalkan tanaman holtikultura di lahan sawah tadah hujan yang luasannya mencapai 80 persen dari 2.275 hektare di wilayahnya.
Selama musim kemarau, Sugeng mengaku para petani hanya bisa mengandalkan sumur bor untuk pengairan ke lahannya. Meskipun, jumlah sumur bor yang ada masih terbatas. "Harapan kami ada bantuan untuk kegiatan sumur bor bagi warga," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
DPRD Kota Jogja menyoroti keluarga kurang mampu yang memilih SD swasta. Pendidikan agama dan karakter menjadi salah satu pertimbangannya.
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Pesawat Aman Air pengangkut 3.700 liter BBM tergelincir di Bandara Mulia Papua Tengah. Pilot selamat dan bandara ditutup sementara.
Antam mengusulkan seluruh penjual emas dan perak wajib melaporkan data penjualan ke Ditjen Pajak agar kewajiban berlaku secara merata.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.