Arema FC Berebut Tiket Semifinal, Persib Bidik Sapu Bersih
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Aktivitas nelayan yang biasa menjadi sajian pemandangan khas Pantai Depok, Bantul./Instagram @pantaidepok
Harianjogja.com, BANTUL--Nelayan di Pantai Selatan Bantul mulai panen ikan layur pada awal Desember 2024.
Ikan layur hasil tangkapan nelayan tersebut rata-rata sudah ditunggu oleh para pengepul dan pasar penjualannya bisa mencapai luar DIY, seperti Jakarta, Cirebon, dan Surabaya.
Salah satu nelayan di Pantai Depok, Bantul, Mistok, 52, mengatakan jika pada awal Desember 2024 ini hasil tangkapannya paling banyak adalah ikan layur.
Hal ini dikarenakan pada awal Desember hingga pertengahan Februari mendatang adalah musim ikan layur.
Mistok mengatakan, berbeda dengan jenis ikan lainnya, ikan layur hasil tangkapan para nelayan ini biasanya sudah ditunggu oleh para pengepul di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Depok. Karena ikan kualitas ekspor tersebut, rata-rata akan dikirim oleh para pengepul ke sejumlah pabrik pengolahan ikan dan selanjutnya diekspor.
"Biasanya kami bisa dapat puluhan kilogram ikan layur sekali melaut. Rata-rata per kilogram, ikan laut dibeli oleh pengepul senilai Rp27.000 per kilogram untuk kualitas super. Kalau yang kecil-kecil, kami jual ke pengunjung," jelasnya.
Sementara Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul Pramahdiyansyah mengakui jika pada awal Desember hingga pertengahan Februari memang masa panen ikan layur.
Biasanya para pengepul akan mendatangi TPI Pantai Depok untuk membeli ikan layur hasil tangkapan nelayan.
Oleh pengepul, kata dia, yang rata-rata berasal dari beberapa kapanewon di Bantul seperti Pudong, ikan itu kemudian dijual kembali ke luar DIY, seperti Jakarta, Cirebon dan Surabaya.
"Kalau harganya berkisar Rp30.000, tergantung ukuran dan kondisinya," katanya.
Menurut Pramahdiyansyah, dalam satu kali melaut, satu kapal milik nelayan mampu membawa ikan layur mencapai 120 kilogram. Dengan begitu, setidaknya nelayan membawa uang Rp3juta usai sekali melaut dan menangkap ikan layur.
"Karena kondisi cuaca seperti ini, ditambah ada gelombangnya yang masih agak tinggi, biasanya satu kapal bisa melaut dua sampai tiga kali," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Pembangunan prasarana fisik Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan rampung 100 persen. Seluruh infrastruktur
Apple kewalahan hadapi lonjakan permintaan iPhone di kuartal III 2026. Tim Cook akui pasokan tak cukup. Simak dampaknya bagi konsumen
Filipina raih Miss Supranational 2026 lewat Katrina Llegado. Agnes Rahajeng dari Indonesia tembus 12 besar. Simak kisah lengkapnya.
Dana pensiun Malaysia KWAP rugi Rp881 miliar akibat penipuan eFishery. PM Anwar akui investasi ini penipuan terencana. Simak selengkapnya.
Anak muda China kini nekat berbagi ranjang dengan orang asing demi menekan biaya sewa. Gaji stagnan dan ancaman PHK memaksa mereka bertahan. Simak kisah lengkap