Film Jangan Buang Ibu Keliling 20 Kota, Jogja Masuk Daftar
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Fajar Riza Ulhaq. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Fajar Riza Ulhaq mengungkap sekolah swasta jutsru menjadi mesin penggerak utama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di tanah air. Oleh karena itu pemerintah berkomitmen untuk menerbitkan kebijakan yang berkeadilan agar sekolah swasta bisa sejajar dengan sekolah negeri.
Fajar Riza Ulhaq mengakui Indonesia memang masih menghadapi persoalan ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta pada kasus tertentu. Dampaknya masih ada beberapa sekolah di tanah air yang mutunya di bawah standar. Oleh karena itu, pemerintah saat ini berkomitmen untuk menerbitkan kebijakan yang berkeadilan untuk membuat sekolah swasta bisa berdiri sejajar dengan sekolah negeri.
"Disparitas mutu ini antarwilayah maupun sekolah, orang melihat sekolah di luar Jawa dan Jawa ada ketimpangan mutu, ada gap apalagi negeri dan swasta. Sekolah seperti Muallimin [Muhammadiyah] ini menjadi contoh sekolah swasta yang punya karakter keunggulan, sepadan dengan sekolah negeri lainnya. Tetapi perlu dicatat bahwa masih banyak sekolah swasta lain di bawah standar," katanya dalam Peringatan Milad 106 Muallimin Muhammadiyah, Minggu (8/12/2024).
Riza menilai upaya memberikan keadilan bagi sekolah negeri dan swasta multak harus dilakukan. Karena berdasarkan data, sekolah swasta di tanah air justru menjadi mesin penggerak utama pengembangan SDM di tanah air. Dari total 439 ribu sekolah di Indonesia, tercatat 60% di antaranya merupakan sekolah swasta. Di mana dari 60% tersebut lebih didominasi sekolah swasta di bawah naungan Muhammadiyah dan Asiyiyah.
Ia berharap melalui berbagai upaya ke depan, masyarakat golongan menengah ke bawah bisa merasakan sekolah swasta dengan mutu yang sesuai standar. "Memang masih ada kebijakan yang kurang menguntungkan dengan keberadaan sekolah swasta, kita ingin memperbaiki, kembali ke mandat konstitusi pendidikan bisa diakse semua anak bangsa. Karena dengan melihat data 439 ribu sekolah yang 60 persennya adalah swasta, maka sekolah swasta memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan SDM, itu [sekolah swasta] sebenarnya mesin penggeraknya," ujarnya.
Direktur Madrasah Muallimin Aly Aulia menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas meski tercatat sebagai sekolah swasta. Hal itu sejalan dengan komitmen persyarikatan Muhammadiyah untuk melahirkan pendidik, pemimpin dan SDM yang berkualitas. Saat ini, kampus terpadu dan kampus induk Muallimin Jogja memiliki total ada 60 rombongan belajar dengan jumlah 1.624 siswa.
"Kami menjalin sinergi dengan British Council dan membuka kelas internasional yang menerapkan Kurikulum Cambridge untuk meningkatkan kompetensi siswa. Ini juga menjadi peluang bagi santri untuk mengenyam pendidikan di universitas terbaik dunia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Kemenkes mencatat 2,3 juta anak Indonesia belum pernah imunisasi dalam tiga tahun terakhir. RI kini masuk enam besar dunia kasus zero dose.
Harga emas Pegadaian hari ini 23 Mei 2026 turun. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru di sini.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.