SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Tim SAR gabungan dari Basarnas DIY, Polsek Jetis dan Polsek Pleret terus melakukan pencarian anak balita berusia empat tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Belik, Jejeran, Wonokromo, Pleret, Sabtu (14/12/2024) siang.
Pencarian di hari kedua, Minggu (15/12/2024) melibatkan tiga regu Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menyisir sungai dengan menggunakan dua Perahu LCR dan Pickraft dari blawong hingga dam Sindet dengan jarak 3,4 km.
Adapun SRU 2 melakukan pencarian visual dengan menyisir darat tepi sungai dari jembatan Karang semut hingga dam Demi berjarak 800 meter. Regu ini juga melakukan pengecekan di rumpun rumpun bambu.
Tim SRU terakhir melakukan pencarian dengan menggunakan drone Udara dan drone air dari dam blawong hingga dam sindet. Hingga berita ditulis petugas SAR gabungan masih terus melakukan pencarian.
BACA JUGA: Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang dan Tenggelam di Pantai Samas Bantul
Diberitakan sebelumnya, Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan peristiwa terjeburnya anak umur empat tahun tersebut diketahui pada pukul 11.30 WIB. "Dan, sampai saat ini, masih dilakukan pencarian," jelasnya.
Kasiops SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto menambahkan, pencarian tidak hanya dilakukan oleh SAR DIY tapi juga melibatkan Basarnas, FPRB, warga masyarakat dan petugas dari Polsek Jetis dan Polsek Pleret. "Saat ini sedang dilakukan penyisiran," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat berada di aliran sungai. "Saat ini sudah musim penghujan dan debit air mungkin cenderung mengalami kenaikan, sehingga aliran sungai menjadi deras dan berpotensi menjadi rawan atau berbahaya," kata Michael dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024).
Maka dari itu, setiap masyarakat yang melakukan aktivitas di aliran sungai maupun di pinggiran sungai, diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati.
"Paling tidak, masyarakat bisa mengetahui dulu, melihat medan yang akan dipergunakan untuk kegiatan, sehingga betul-betul aman dan tidak terjadi persoalan atau bahaya," jelas dia.
Banyaknya korban meninggal akibat tenggelam ini harus menjadi pengingat bagi semua orang akan bahaya yang mungkin terjadi saat beraktivitas di sekitar perairan.
“Keselamatan harus tetap diutamakan dan langkah pencegahan harus diambil untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi lagi,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%