Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Personel Basarnas Yogyakarta sedang melakukan pencarian korban menggunakan drone kapal mini yang bisa melihat ke dalam air./ Ist-dok.Basarnas Yogyakarta
Harianjogja.com, BANTUL—Balita berusia empat tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Belik, Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul pada Sabtu (14/12/2024) siang lalu hingga Jumat (20/12/2024) pagi ini masih belum ditemukan. Proses pencarian hari ini kembali dilanjutkan.
Pencarian korban atas nama Aleena Nu'ma Syahda itu dilakukan oelh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Yogyakarta, SAR DIY, TNI-Polri, FPRB, dan sejumlah elemen masyarakat.
Pencarian hari ketujuh ini dibagi dalam empat tim. Sru 1 melakukan penyisiran darat dari tempuran Kali Belik dan Sungai Opak sampai selatan dam Blawong. Sru 2 melakukan pembersihan di Dam Sindet sampai Dam Demi
Sru 3 LCR atau perahu karet melakukan penyisiran di muara Sungai Opak sampai ke Jembatan Kretek. "Sru 4 menggunakan drone air dan udara melakukan penyisiran di muara Sungai Opak," kata Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia empat tahun bernama Aleena Nu'ma Syahda diduga tenggelam di Sungai Belik saat sedang bermain pada Sabtu (14/12/2024), tepatnya di Kalurahan Wonokromo, Pleret
Kronologi kejadian bermula sekira pukul 12.15 WIB orang tua korban mencari anaknya yang diduga sedang bermain di halaman depan Pondok Pesantren Fadlun Minalloh. Lokasi tempat bermain berdekatan dengan sungai Mbelik, tidak ada pembatas dipinggir sungai. Selanjutnya orang tua korban bersama santri pondok mencari korban disekitar lokasi bermain. Namun tidak diketemukan.
Sekira pukul 13.00 WIB saksi mencari korban dengan membuka CCTV milik Pondok Pensantren Fadlun Minalloh yang kameranya mengarah ke lokasi tempat bermain. Terlihat dimonitor CCTV sekira pukul 10.10 WIB korban bermain di pinggir Sungai Belik dan terpeleset jatuh ke sungai. Korban terbawa arus di sungai belik. Selanjutnya saksi dan orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pleret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.