Kalah dari Persija, Pelatih PSS Sebut Infeksi karena Makanan Jadi Penyebabnya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Minggu, 22 Desember 2024 18:57 WIB
Kalah dari Persija, Pelatih PSS Sebut Infeksi karena Makanan Jadi Penyebabnya

PSS Sleman./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Bermain tandang ke markas Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), PSS gagal melanjutkan tren kemenangan pada Sabtu (21/12/2024). PSS harus mengakui keunggulan Persija sekalipun sempat unggul di babak pertama. 

Dalam lanjutan pekan ke-16 BRI Liga 1-2024/2025 ini, PSS sejatinya unggul lebih dulu di menit ke-14 lewat gol Gustavo Tocantins. Hingga babak pertama usai, tidak ada tambahan gol yang terjadi. Pertahanan disiplin PSS berhasil membendung serangan para pemain Macan Kemayoran.

Di babak kedua, Persija ngotot memborbardir pertahanan PSS. Hasilnya gol penyama kedudukan Persija lahir dari penyerang mereka Gustavo Almeida di menit ke-64. Tiga menit jelang laga bubaran, Gustavo membawa Persija berbalik unggul lewat gol penalti di menit ke-87.

Di perpanjangan waktu, Persija menambah keunggulan lagi-lagi lewat Gustavo di menit 90+11 yang sekaligus menjadi hattrick buat Gustavo. Skor 3-1 berakhir untuk kemenangan Persija. 

Seusai laga, Pelatih Kepala PSS Sleman, Mazola Junior memberi apresiasi atas perjuangan timnya. Apalagi sejumlah pemainnya kata Mazola bermain dengan kondisi mengalami infeksi makanan.

Dalam Post-Match Press Conference, Mazola menyebut sejumlah pemainnya mengalami infeksi makanan. Hal ini membuat tim kata Mazola kehabisan tenaga di babak kedua.  "Kami punya masalah besar di luar lapangan hari ini. Jadi saya dan beberapa pemain itu ada [terkena] infeksi makanan, mungkin jadi bikin susah kami di dalam pertandingan. Kami babak kedua sudah tidak punya tenaga lagi karena kami kena masalah itu," ungkap Mazola pada Sabtu (21/12/2024).

BACA JUGA: Persija Jakarta Menang 3-1 Atas PSS Sleman, Trigol Gustavo Jadi Kunci

Mazola tak membeberkan siapa saja pemainnya yang terkena infeksi makanan. Akan tetapi Mazola menyatakan bahwa dirinya adalah salah satu orang yang terkena infeksi makanan ini. Tubuhnya terasa panas dan tak bisa banyak memberi arahan di pinggir lapangan. 

"Tentang infeksi makanan, saya lebih pilih simpan itu nama-nama pemain yang kena. Tapi saya bisa bicara dari saya sendiri, saya satu yang kena masalah itu," ujarnya. 

"Mungkin kalian tidak lihat saya aktif di pinggir lapangan tadi, karena itu benar-benar sakit. Jadi saya sampai 40 itu [suhu tubuh] panas, karena fever dan saya tidak bisa kerja di lapangan seperti biasa, karena panas sekali badan saya," tegasnya. 

Padahal, rancangan taktik yang disusun Mazola dianggap sukses menahan beberapa serangan Persija. PSS berhasil mematahkan sejumlah kombinasi permainan yang coba dirakit Persija. "Taktik-taktik kami yang saya kasih di lapangan itu dari sisi ke sisi kami luar biasa, kami bisa seimbang sama Persija. Kami bisa matikan beberapa kombinasi Persija dari sisi ke sisi dan pemain dari mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online