Pemkab Bantul Bakal Bangun Jogging Track di Semua Kapanewon
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana membangun fasilitas olahraga berupa jogging track di seluruh kapanewon.
Manager Research and Development Hamzah Batik, Ajik (tengah) dan CEO PT Jogja Pasaraya Indonesia, Aditya Suryadinata (kanan) dalam talkshow Yogyakarta Menghadapi Peak Season di Libur Nataru 2024, di Malioboro, Senin (23/12/2024)./Lugas Subarkah
JOGJA—Pelaku industri wisata Kota Jogja bersiap menyambut wisatawan selama Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Mereka berkomitmen menguatkan kualitas produk dan pelayanan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas.
Pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini, diprediksi setidaknya 7,3 juta wisatawan akan masuk wilayah DIY termasuk Kota Jogja. Sampai dengan November 2024, Dinas Pariwisata Kota Jogja mencatat total sudah ada 9,5 juta wisatawan sepanjang tahun, dengan rata-rata belanja Rp2,2 juta per orang dan lama tinggal 1,7 hari per orang.
Direktur dan CEO PT Jogja Pasaraya Indonesia, Aditya Suryadinata, menjelaskan rata-rata belanja Rp2,2 juta per orang itu masih dibagi-bagi, dan kebanyakan dihabiskan untuk hotel atau penginapan dan kuliner. Sedangkan alokasi untuk oleh-oleh berada di prioritas ketiga wisatawan.
Dengan kondisi ini, industri oleh-oleh harus mampu menarik dan memuaskan wisatawan. Pasaraya merespon hal ini dengan menyediakan oleh-oleh yang terjangkau tetapi tetap berkualitas. “Kami siapkan produk dengan kualitas yang baik,” ujarnya dalam gelar wicara bertajuk Yogyakarta Menghadapi Peak Season di Libur Nataru 2024 yang digelar di Malioboro, Senin (23/12/2024).
Menurutnya, Jogja terkenal sebagai tujuan wisata yang ramah di kantong. Hal terkadang membuat pelaku industri pariwisata tidak menjaga kualitas. “Di tempat kami, kami berusaaha menjaga kualitas itu. Harga terjangkau dengan kualitas terbaik yang dicari orang. Kami siapkan bundling, misalnya bakpia Rp100.000 dapat empat dus. Dengan kualitas yang baik,” katanya.
Manager Research and Development Hamzah Batik, Ajik, menuturkan yang menjadi pembeda Hamzah Batik dengan tempat lain yakni orang yang datang mendapatkan satu experience. “Yang kami tonjolkan value-nya. Kami fokus Hamzah Batik mengusung budaya menjadi salah satu upaya untuk orang mendapatkan experience,” ungkapnya.
Contoh experience yang didapat pengunjung yakni bisa mendapat edukasi membatik. “Customer datang langsung mendapat experience membatik. Termasuk anak-anak ketika orang tuanya belanja, anaknya bisa mendapat experience membatik,” paparnya.
Kualitas produk juga menjadi hal yang tidak boleh ditawar. Dengan pelayanan yang baik, diharapkan para pembeli mendapat kepuasan. “Kami mempresentasikan produk yang miliki kualitas. Kalau harga relatif. Tapi kami kedepankan pelayanan, kualitas produk,” kata dia.
Kabid Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Jogja, Cesaria Eka Yulianti Sri Hastuti, mengatakan Pemkot Jogja tengah dalam proses transformasi pariwisata berkualitas. Quality tourism tidak hanya terkait wisatawannya saja, tapi juga pembenahan pelayanan industri wisata.
“Bagaimana peningkatan kualitas servis, hospitaliti, produk, kolaborasi, agar pariwisata ini seperti harapan menteri baru kita, akan bisa mendunia. Mulai sekarang kita lakukan pembenahan, bersama insan pariwisata, hotel, tour and travel, akademisi, komunitas, kita tampung aspirasi untuk mewujudkan Jogja yang kaya akan budaya,” paparnya.
Dengan penguatan ini, diharapkan wisatawan yang datang ke Jogja tidak sekadar berfoto-foto saja, namun juga mengetahui narasi dan budaya yang dihadirkan. “Bagaimana budaya ini terus kita tingkatkan, melalui literasi, edukasi, supaya orang tidak hanya foto, tapi tahu kalau Malioboro ini kawasan sumbu folosofis, maknanya apa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana membangun fasilitas olahraga berupa jogging track di seluruh kapanewon.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.