Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Ilustrasi pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Kalangan peternak di Bantul mulai resah akan penularan Penyakit Mulut dan Kuku di wilayah mereka.
Salah satunya, Santoso, 33, peternak dari Seloharjo, Pundong yang meski sampai saat ini sapi yang dipeliharanya tidak ada yang positif PMK, tetapi tetap merasa cemas karena adanya penularan PMK. "Karena adanya PMK telah berdampak kepada penurunan harga sapi yang sehat. Penurunan bahkan bisa mencapai Rp2 juta. Dari semula Rp17 juta per ekor menjadi Rp15 juta per ekor," ujar dia.
Untuk mencegah penularan PMK, Santoso mengaku telah melakukan antisipasi. Salah satunya dengan menjaga kebersihan kandang.
Hal sama juga dilakukan oleh peternak sapi di Murtigading, Sanden, Budi. Budi terus menjaga kebersihan kandang agar sapi yang dipelihara terhindar dari PMK. "Untuk harga memang ada penurunan sejak adanya PMK. Turun sekitar Rp3 juta per ekor. Dan, dibandingkan 2022, PMK kali ini memang lebih parah karena bisa tiba-tiba sapi mati," jelasnya.
Budi juga mengungkapkan, dengan adanya PMK, dirinya saat ini memilih untuk tidak membeli sapi dari peternak lokal di Bantul. Agar sapi terhindar dari PMK, Budi juga mengoptimalkan penyemprotan disinfektan di kandang, pada pagi dan sore hari. "Vitamin juga saya suntikan lima hari sekali. Karena saya tidak ingin sapi yang dipelihara terinfeksi PMK," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul Novriyeni mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah sapi yang mati karena PMK tahun ini cukup besar. Sebab pada 2023, tidak ada sapi yang mati karena PMK. "Tetapi pada 2022 pas puncak wabah itu ada 400 ekor yang mati," jelasnya.
Sementara terkait dengan kapanewon yang berpotensi adanya penambahan kasus PMK, Novriyeni mengungkapkan ada dua kapanewon, yakni Imogiri dan Kretek.
Untuk kapanewon Imogiri, penambahan kasus mungkin terjadi karena di sana, ada pasar hewan Imogiri yang selama ini menjadi tempat keluar masuk penjualan ternak sapi. "Itu sapi yang sakit dan mati biasanya dari pembelian sapi dari Pasar Siyono, Gunungkidul. Sapi itu biasanya didatangkan dari Jawa Timur. Selain itu ada kapanewon Pleret yang letaknya berbatasan. Meskipun sampai saat ini di Pleret belum ada kasus," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.