Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi tumpukan sampah terlihat menumpuk di Jalan Kusbini, Demangan, Gondokusuman, Rabu (24/7/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pengelolaan sampah di Kota Jogja saat ini masih mengandalkan empat TPS3R. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menunggu pelantikan Wali Kota-Wakil Wali Kota baru untuk menjajaki opsi kerja sama dengan daerah lain.
Kabid Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja, Ahmad Haryoko, menjelaskan untuk pengelolaan sampah saat ini mengandalkan empat TPS3R, yakni Karangmiri, Piyungan, Kranon dan Nitikan. “Saat ini masih sama di empat TPS3R itu,” katanya, Kamis (23/1/2025).
Adapun kapasitas pengelolaan sampah di keempat TPS3R tersebut yakni Karangmiri 10 ton per hari, Piyungan 30 ton per hari, Kranon 30 ton per hari dan Nitikan 60 ton per hari. “Di Nitikan menggunakan dua mesin, jadi dua kali lipat,” ungkapnya.
Sedangkan untuk TPS3R Karangmiri kapasitasnya masih kecil karena belum bisa optimal. Di Karangmiri masih terganjal legalitas lahan, yang sebelumnya dipermasalahkan oleh warga sekitar karena berada di perbatasan Kota Jogja dengan Bantul.
Adapun timbulan sampah Kota Jogja diperkirakan sekitar 300 ton per hari. Dengan berbagai upaya pengolahan sampah di masyarakat melalui bank sampah maupun pengelolaan mandiri di rumah tangga, diasumsikan sampah yang masuk ke depo dan dikelola DLH Kota Jogja sebesar 200 ton per hari.
Pemkot Jogja juga masih bekerja sama dengan TPS3R swasta di Panggungharjo, Sewon Bantul, untuk mengelola sampah yang tidak tertangani di empat TPS3R tersebut. “Kisarannya sekitar 30 ton per hari,” ungkapnya.
BACA JUGA: Perda Sampah Terbaru Akan Atur Tipping Fee Sampah
Adapun untuk opsi kerja sama lainnya dengan kabupaten di sekitar, menurutnya masih perlu menunggu pelantikan Walikota-Wakil Walikota Jogja terpilih, yang diperkirakan akan dilakukan Maret mendatang. “Masih menunggu pelantikan Walikota,” katanya.
Kemungkinan opsi kerja sama bisa dilakukan antara Pemkot Jogja dengan Perumda Aneka Dharma, menggunakan ITF Bawuran. ITF Bawuran saat ini sudah selesai dibangun dan mampu mengolah sebanyak 50 ton sampah per hari.
Sebelumnya, Tenaga Ahli Aneka Dharma, Imam Santoso, mengatakan ITF Bawuran mampu mengolah sebanyak 50 ton sampah setiap harinya. Dengan perhitungan bisnis yang ada, jika ITF Bawuran hanya mengolah dibawah 35 ton sampah, akan membuat beban bagi pengelola. "Nah, Kota [sampah dari Kota Jogja] akan menutup kebutuhan itu. Meskipun harapan kami nantinya sampah yang ada di Bantul juga bisa diolah di sini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 25 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Di Balik Layar Judi Online di Kulonprogo membahas bahaya judi online dan pentingnya literasi masyarakat untuk mencegah jeratan judol.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Jumat 25 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.