Antrean Ketapang-Gilimanuk 17 Km, Dermaga Jadi Kendala
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Suasana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sinduadi Timur pada Jumat (17/1/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menurunkan tim untuk mengawal keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah ini yang rencananya dimulai pada 17 Februari 2025.
"Kita mengawal jangan sampai nanti terjadi kejadian luar biasa (KLB) atau kejadian keracunan," ujar Kepala Dinkes Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani di Yogyakarta, Rabu.
Meski tidak secara langsung terlibat dalam pengolahan MBG, kata Emma, pihaknya perlu mengecek dan mengawal proses penyajian di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar makanan aman dikonsumsi anak.
"Seharusnya SPPG kan sudah memiliki Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS), tetapi ternyata belum, sehingga kami memberikan pelatihan dan fasilitasi, termasuk penyediaan tempat memasak," kata dia.
BACA JUGA: Cegah Keracunan Terulang, Semua Jasa Usaha Katering di DIY Diminta Kantongi SLHS
Menurut Emma, tim dari Dinkes Kota Yogyakarta telah melatih seluruh petugas SPPG di Kecamatan Umbulharjo dan Kota Gede agar seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan sesuai standar keamanan pangan.
Dia menargetkan dua SPPG di Kota Yogyakarta tersebut mengantongi SLHS sebelum MBG dimulai pada 17 Februari.
Emma memastikan seluruh penjamah makanan, termasuk koki dan petugas pengemasan MBG mengikuti pelatihan tersebut.
"Kami juga melibatkan guru sekolah dalam proses pengawasan. Sebelum makanan dibagikan ke anak-anak, guru yang ditunjuk mencicipinya terlebih dahulu untuk memastikan makanan benar-benar masih layak dimakan," tutur Emma.
Dapur SPPG yang ada di Kecamatan Umbulharjo, kata dia, bertugas menyediakan MBG bagi empat sekolah dan SPPG di Kota Gede bertanggung jawab untuk 12 sekolah.
"Pilot project MBG di Kota Yogyakarta rencananya digelar di SD Negeri Kotagede, SMPN 10, SMKN 6, dan SMKN 4 Yogyakarta," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.