Kemenkes Catat 84,8 Persen Anak Usia 5-9 Tahun Alami Karies Gigi
Kemenkes mencatat prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Masyarakat diimbau rutin memeriksa dan menjaga kesehatan gigi.
Universitas Islam Indonesia menerima lima Surat Keputusan untuk pengangkatan jabatan akademik profesor kepada lima dosen di kampus tersebut. Serah terima SK yang dilakukan oleh LLDikti Wilayah V DIY itu dilakukan di kampus setempat, Selasa (18/2/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Islam Indonesia menerima lima Surat Keputusan untuk pengangkatan jabatan akademik profesor kepada lima dosen di kampus tersebut. Serah terima SK yang dilakukan oleh LLDikti Wilayah V DIY itu dilakukan di kampus setempat, Selasa (18/2/2025).
"Bagi UII, penambahan profesor dalam satu waktu penyerahan SK ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah, dengan lima SK sekaligus," kata Direktur Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII Ike Agustina.
Adapun kelima dosen UII yang dianugerahi jabatan akademik profesor adalah Sholeh Ma’mun dari Jurusan Teknik Kimia, Subhan Afifi dari Jurusan Ilmu Komunikasi, Vitarani Dwi Ananda Ningrum dan Suci Hanifah keduanya dari Jurusan Farmasi, serta Eko Siswoyo dari Jurusan Teknik Lingkungan.
BACA JUGA : ISI Jogja Kukuhkan Nur Sahid Jadi Guru Besar Bidang Semiotika Teater
Saat ini, UII memiliki 845 dosen, dengan 283 di antaranya berpendidikan S3. Dari jumlah tersebut, 119 dosen telah mencapai jabatan akademik Lektor Kepala, dan 83 di antaranya memiliki jenjang pendidikan S3 sehingga hanya selangkah lagi memperoleh jabatan akademik tertinggi.
"Hingga saat ini UII telah melahirkan sejumlah 54 Profesor, dan saat ini yang aktif sejumlah 46 Profesor yang tersebar di berbagai bidang keilmuan," kata Rektor UII Profesor Fathul Wahid.
Berdasarkan data Statistik Pendidikan Tinggi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tahun 2023, jumlah dosen di Indonesia di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencapai 270.820 orang, dengan 9.790 dosen di antaranya atau sekitar 3,6% telah menyandang jabatan akademik profesor. Adapun rata-rata jumlah dosen bergelar profesor di UII mencapai 5,4%, yang berarti lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Fathul berharap dosen yang mendapatkan kenaikan jabatan akademik agar mampu memberikan sumbangsih untuk masyarakat. Hal ini tidak lepas dari tingginya harapan masyarakat kepada saintis dalam hal ini dosen atau peneliti.
Berdasarkan temuan, sebanyak 83% publik mengharapkan saintis dapat berkomunikasi dengan kalangan awam. Selain itu, 54% publik juga menginginkan saintis bekerja sama dengan politisi untuk mengintegrasikan sains dalam perumusan kebijakan. Soal aktivisme saintis, 49% publik juga berharap saintis terlibat dalam advokasi kebijakan.
"Dalam bahasa yang lebih lugas: publik berharap saintis tidak hanya duduk di singgasananya, tetapi mau turun dan terlibat dalam urusan publik. Bukan untuk memenuhi kepentingan saintis semata, tetapi terlebih untuk kepentingan publik. Dalam konteks ini, gagasan untuk mengajak setiap dosen menjadi intelektual publik mendapatkan bukti saintifik. Itu adalah kehendak publik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkes mencatat prevalensi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 84,8%. Masyarakat diimbau rutin memeriksa dan menjaga kesehatan gigi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.