Cabai Rawit Merah Sentuh Rp100 Ribu, Kota Jogja Tak Dapat Alokasi OP dari Pusat

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Senin, 03 Maret 2025 17:17 WIB
Cabai Rawit Merah Sentuh Rp100 Ribu, Kota Jogja Tak Dapat Alokasi OP dari Pusat

Pedagang sayur mayur dan cabai di Pasar Kolombo menata dagangannya, Senin (13/1/2025).

Harianjogja.com, JOGJA—Harga bahan pangan khususnya cabai di Kota Jogja mengalami kenaikan pada awal bulan Ramadan ini. Meski demikian, Kota Jogja tidak mendapat alokasi Operasi Pasar (OP) dari Pemerintah Pusat.

Kabid Ketersediaan, Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja, Sri Riswanti, menjelaskan untuk komnoditas yang mengalami kenaikan harga yakni cabai. “Yang sedikit mengalami kenaikan cabai rawit merah, cabai merah keriting,” katanya, Senin (3/3/2025).

BACA JUGA: Polda DIY Terjunkan Satgas Pangan untuk Cek Distributor Sembako, Ini Hasilnya

Dari Laporan Bahan Pangan Pokok Dinas Perdagangan Kota Jogja per Senin (3/3/2025), harga cabai merah keriting Rp60.000 per kg, cabai merah besar Rp65.000 per kg dan cabai rawit merah Rp100.000 per kg. Sementara untuk komoditas lainnya relative stabil.

Ia menuturkan terkait dengan operasi pasar perintah presiden, Kota Jogja tidak mendapatkan alokasi titik. Operasi pasar dalam program ini digelar di kantor pos-kantor pos, dengan pertimbangan stabilitas harga dan pasokan di suatu daerah.

 “Karena penentuannya berdasarkan tinjauan stabilitasasi di sebuah daerah. Apakah ada harga yang melebihi HET, adanya fluktuasi harga. Kebetulan Kota Jogja dari hasil skrining Kementerian pertanian, harganya stabil dan pasokannya lancar,” paparnya.

BACA JUGA: Hari Kedua Puasa, Harga Beras dan Minyakita Masih Mahal

Meski demikian, Pemkot Jogja juga melaksanakan operasi pasar dengan anggaran dari APBD Kota Jogja. Operasi pasar ini akan dimulai di minggu pertama Maret, setelah program pasar murah di kemantren selesai dilaksanakan.

“Pasar murah selesai 6 Maret. Nanti kita sambung dengan operasi pasar di empat pasar, yakni Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman dan Demangan. Untuk operasi pasar ini kuotanya 48 ton yang akan didistribusikan ke empat pasar itu,” kata dia.

Operasi pasar ini akan berlangsung selama dua minggu, dengan sasaran subsidi kepada pedagang sebesar Rp2.000 per kg dipotong pajak. “Sasarannya ke pedagang. Harapannya pedagang dengan subsidi itu, lonjakan harga bisa terantisipasi. Fokusnya di bahan pokok, beras, minyak, gula pasir, tepung terigu, telur,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online